19th Anniversary FLA 2017 Seminar “Steps to Self Employment”
Jumat, 16 Juni 2017 | 8:07 WIB

Sehubungan dengan acara dies natalis Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang ke-19, diadakanlah seminar bertema “Steps to Self Employment pada hari Rabu kemarin (14/6). Seminar ini diatur dan dikoordinasi langsung oleh dosen FBS sendiri yaitu Dra. Wuryani Hartanto, MA. Dalam seminar ini, mengundang tiga alumni mahasiswa FBS Unika sebagai pembicara. Mereka adalah Lilik E. Wijaya, SS, M.Hum , Yulius Ardy, SS  dan Alliance Sunaryo Tantosa, SS, ketiganya berasal dari angkatan yang berbeda, namun dapat dikatakan ketiganya dapat mencapai impian mereka dan sukses dalam kariernya.

Lilik E. Wijaya, SS, M.Hum, alumni angkatan pertama Fakultas Bahasa dan Seni di tahun 1998, adalah pembicara pertama dalam seminar ini. Sosok penemu serta pemilik dari The Bright English Learning Center di Semarang ini mengawali kariernya dengan merealisasi impian-nya untuk menjadi seorang guru. Dia mulai menekuni pendidikan bahasa selama 20 tahun, dimulai sejak lulus studi di FBS Unika Soegijapranata. Sebetulnya, ide untuk mendirikan English Course muncul saat dia mulai berkuliah di Unika Soegijapranata. Walau sudah menikah dan memiliki anak di tingkat SMP, beliau tetap terdorong untuk menempuh pendidikan tanpa mempedulikan umur dan kondisi. Hal tersebut karena dia merasa pendidikannya belum cukup untuk mendirikan sebuah English Course. Dia melanjutkan gelar S2-nya di Universitas Diponegoro setelah lulus dari Unika di tahun 2003. “Never too old to learn” merupakan motto hidupnya.

Pembicara selanjutnya Yulius Ardy, SS, adalah mahasiswa alumni angkatan 2006. Ia adalah penemu, pemilik, sekaligus pengelola dari Reign Dance di Semarang. Berawal dari niat untuk menghasilkan uang sendiri, Ardy mulai bekerja sampingan sebagai asisten pengajar selama satu tahun di salah satu grup dancer saat dirinya masih SMA. Usahanya untuk mendirikan Reign Dance semakin terpacu melalui aktifitasnya saat mengisi acara dies natalis di semasa perkuliahannya. Ardy memulai usahanya dari nol, ia mengumpulkan modal usahanya dari penghasilan sampingannya sendiri. Ia memberi pesan bahwa memulai usaha dari nol haruslah tekun, tangguh, berpikiran terbuka, inovatif, dan bijaksana. “Saya lebih memilih menjadi leader daripada menjadi boss.” ucap Ardy. Ia menjelaskan bahwa dengan usaha yang ia bangun ini, ia tidak bisa hanya menyuruh orang untuk melakukan tugas layaknya seperti bos, tetapi ia harus turun tangan untuk melatih anggota tim-nya dan bekerjasama dengan mereka agar dapat menari dan memberikan pertunjukan yang terbaik.

Menutup sesi pembicara seminar, Alliance Sunaryo Tantosa, SS, dia adalah pembicara ketiga di seminar ini. Mahasiswa alumni angkatan 2007 ini, Kini bekerja sebagai Account Executive di MNC Group, Jakarta. Di samping pekerjaannya di Jakarta, ia memiliki hobi menulis yang kemudian ia tuangkan dalam sebuah novel berjudul Jolie Lainer. Novel ini terambil dari pengalaman pribadi yang ia rasakan terhadap orang di sekelilingnya yang selalu terlihat bahagia sedangkan dirinya tidak. Begitu juga novel bergenre fiksi-fantasi yang ia buat, novel tersebut menceritakan mengenai seseorang bernama Jolie yang tinggal disebuah desa yang tak kenal kesedihan, namun Jolie merasakan hal itu. Alliance semakin terdukung dari pendapat kerabatnya yang menyukai konsep cerita yang ia buat. Kedatangan Alliance sangat menginspirasi dengan memberikan berbagai tips bagi banyak mahasiswa di FBS yang gemar menulis.(yel)

Kategori: ,