Tarif Trans Jateng Semarang- Bawen Rp3.500
Kamis, 18 Mei 2017 | 12:07 WIB

Pemerintah Provinsi Jateng menetapkan tarif penumpang Bus Trans Jateng aglomerasi koridor satu rute Semarang- Bawen sebesar Rp3.500 sekali jalan atau sama dengan tarif bus rapid transit (BRT) Kota Semarang.

Bus yang rencananya mulai dioperasikan pada awal Juli 2017 itu bakal berangkat dari Stasiun Tawang menuju Stasiun Bawen pulang-pergi (pp). Penumpang angkutan massal ini juga bisa menyambung naik BRT Kota Semarang tanpa harus membayar tarif lagi. Saat ini sistemnya masih dimatangkan. Trans Jateng dikelola oleh koperasiangkutanyangmerupakan gabungan dari pengusaha transportasi di ruas jalan tersebut.

Untuk armadanya disediakan oleh koperasi, sedangkan Pemprov Jateng memberikan subsidi tarif dan operasional bus. Setiap armada Trans Jateng melakukan delapan perjalanan (trip). Setiap perjalanan akan diberi subsidi dengan kalkulasi jumlah maksimal penumpang. “Jadi trayek dalam keadaan isi maupun kosong akan kami bayar, yang penting berangkat. Pembayarannya kami berikan sebulan sekali.

Kami nanti juga akan menempatkan orang untuk pelayanan tiket,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jateng Satriyo Hidayat. Penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi di rute Semarang-Bawen diprediksi bakal ramai karena banyak warga Bawen bekerja di Semarang. Rute lain yang bakal dilayani Trans Jateng di antaranya Semarang-Kendal, Grobogan- Semarang, dan Demak- Semarang PP.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso mengapresiasi rencana diluncurkannya angkutan aglomerasi tersebut. Menurut dia, banyak keuntungan bila moda transportasi itu dioperasionalkan di antaranya jaminan keteraturan angkutan umum, adanya ketersediaan pelayanan angkutan umum, ketertiban angkutan umum dalam berlalu lintas, dan bisa mengurangi pengguna kendaraan pribadi.

“Dengan berkurangnya pengguna kendaraan pribadi, maka bisa mengurangi kemacetan di daerah rawan macet dan mengurangi konsumsi BBM sehingga hal itu dapat mengurangi polusi udara,” ujarnya. Menurut Hadi, Trans Jateng diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan penumpang karena akan dilengkapi eticketing dan tracking kendaraan yang diharapkan menambah rasa aman dan kepastian bagi para penumpang.

Hadi berharap dengan segera diluncurkannya 18 armada BRT pada Juli mendatang, akan diminati masyarakat yang melintas di jalur tersebut. “Sekitar 13.619 orang menanti kehadiran BRT aglomerasi Semarang-Bawen ini,” katanya. Dia memaparkan, rata-rata setiap hari ada 7.112 penumpang untuk perjalanan mulai dari Bawen, Kabupaten Semarang ke Tawang, Kota Semarang.

Sebaliknya, dari kawasan Tawang ke Bawen ada 6.506 penumpang. “Saat ini persiapan sudah 70%, kami sudah cek kesiapan bus, saat ini sedang dikerjakan oleh aksesori New Armada Magelang,” katanya. Meski demikian, Hadi Santoso mewanti-wanti agar peluncuran Trans Jateng aglomerasi ini tidak serta-merta berpotensi menimbulkan persoalan sosial lainnya.

“Di beberapa daerah yang terjadi adalah ketika ada bus BRT beroperasi, yang menjadi saingannya bukan mobil pribadi. Tetapi malah dari operator angkot atau bus yang rutenya berimpitan dengan bus tersebut, ini harus diantisipasi,” katanya. Sebagaimana diketahui, Bus Aglomerasi Trans Jateng untuk koridor satu Semarang- Bawen mempunyai lintasan jalan sekitar 37,5 kilometer (km) tersebut dengan jumlah halte sekitar 79 halte BRT. Dari jumlah itu empat di antaranya adalah halte transit.

Sementara pakar transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, layanan transportasi publik berupa angkutan aglomerasi ini diharapkan benar-benar dimanfaatkan warga, terutama yang selama ini menggunakan sepeda motor. “Apalagi angkutan ini subsidinya besar, jadi tarifnya lebih murah,” katanya.

Hanya, kata Djoko, kalau angkutan di ruas itu sudah berkembang, maka bus yang digunakan bisa lebih besar. Bukan bus yang akan digunakan nanti masih menggunakan bus tanggung. “Jadi perlu bus yang lebih besar,” katanya. Dia juga meminta agar pengembangan angkutan ag-lomerasi ini bisa lebih diperluas di koridor-koridor lain agar bisa mengurangi kendaraan pribadi.

(►http://koran-sindo.com)

Kategori: