SABET RUNNER UP BULUTANGKIS LIMA
Rabu, 3 Mei 2017 | 11:34 WIB

Setiap manusia memiliki motivasi untuk melakukan suatu tindakan atau tingkah laku. Motivasi jugalah yang mendorong rasa semangat untuk meraih prestasi, seperti halnya yang dialami oleh Rudi Cahyadi. Berawal dari melihat pertandingan bulutangkis yang dilakukan oleh Taufik Hidayat, ia menjadi termotivasi untuk mengikuti jejak Taufik dengan menggeluti olah raga bulutangkis.

Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika ini memang sudah tertarik dengan bulutangkis sejak kelas 3 SD. Namun ia baru benar-benar menekuni bulutangkis ketika berada di kelas 5 SD, bermula dari mengikuti kejuaraan di sekolahnya dan menyabet gelar juara untuk pertama kalinya.

“Sebenarnya saya sudah tertarik dengan dunia bulutangkis sejak masih SD. Namun awal mula mengikuti perlombaan ketika kelas 5 SD. Ketika itu saya iseng-iseng untuk mencoba mengikuti kejuaraan tersebut, dan Puji Tuhan saya mendapatkan juara. Melihat potensi yang saya miliki, Orang Tua mendukung saya untuk menekuni olah raga ini,”tutur Rudi.

Bermodalkan kemauan yang kuat dan dukungan dari orang tua, Ia berlatih ditemani dengan pelatih yang setia mengajarinya hingga mahir menjadi seorang pebulutangkis handal hingga kelas 2 SMP. Selain itu, pada kelas 2 SMP pula ia mencoba peluang untuk bergabung dengan PB Djarum dan pada akhirnya diterima.

“Momen yang paling berkesan sepanjang karir bermain bulu tangkis adalah bisa bergabung dengan klub bulutangkis yang memang sudah diakui kehebatannya. Saya merasa beruntung karena bisa merasakan bagaimana berdinamika dan berlatih bersama-sama. Saya menggeluti klub ini hingga lulus SMA. Berbagai pembinaan sudah diberikan dan banyak pelajaran yang saya ambil dari klub ini. Saya ditempa dengan keras agar dapat menjadi atlit nasional dan bisa mengikuti berbagai turnamen yang terselenggara”

Meskipun deretan kejuaraan ia sabet, Peraih Runner UP untuk kategori tunggal putera pada Liga Mahasiswa (LIMA) tingkat regional 2017 sebagai perwakilan dari Unika Soegijapranata ini tak berpuas diri. Hal ini dibuktikannya dengan mengikuti berbagai lomba seperti Porsimaptar selama 3 tahun berturut-turut dengan membawa gelar juara dan mengharumkan nama Unika.

“Berbagai kejuaraan telah saya tempuh mulai dari Porsimaptar hingga LIMA, namun kejuaraan yang paling berkesan adalah ketika mengikuti turnamen Gubernur Cup Tingkat Jawa Tengah, ketika itu saya melawan teman-temen seperjuangan dalam klub dan akhirnya saya bisa menjadi juara untuk dikirim mewakili jateng di tingkat nasional” ucapnya bangga.

Semangat dengan apa yang dijalani

Tak setiap perjalanan Rudi Cahyadi selalu berjalan mulus, ada kalanya ia merasa kecewa dan sedih ketika tidak bisa menjuarai pertandingan. Ia menjadi selalu terfikir dan terbebani, namun hal itu tidak berlangsung lama karena ia bisa mengatasinya.

“Ketika kalah dalam pertandingan rasanya memanglah sedih dan kecewa karena sudah berlatih keras namun sia-sia. Namun supaya tidak berlarut-larut, saya biasanya melakukan hal yang saya suka seperti jalan-jalan atau dengan bermain futsal bersama teman-teman untuk mengalihkan hal tersebut.  Saya selalu berpegang pada prinsip bahwa apa yang dilakukan pada hari ini adalah Tuhan yang gariskan, tetap semangat dengan apa yang dijalani. Berusahalah dengan maksimal karena Tuhan selalu melihat prosesnya. Setiap proses yang keras akan membuahkan hasil yang manis” tutupnya. (Ign)

Kategori: ,