Perguruan Tinggi Dituntut Berperan dalam Pendidikan Entrepreneur
Selasa, 2 Mei 2017 | 11:23 WIB

“Sistem pembelajaran di Indonesia telah memenuhi syarat untuk mengarah kepada dunia entrepreneurship. Hanya saja, untuk saat ini masih terdapat kesenjangan yang cukup besar pada kualitas masing-masing bidang ilmu sehingga tidak mudah bagi pemerintah untuk menyamaratakan. Untuk mengatasi masalah ini, hanya ada 2 cara yaitu dengan pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri sebanyak mungkin. Dan ketika pulang ke Indonesia, jangan dipersulit untuk segala keperluan persiapan kerjanya. Cara lainnya, dengan mengundang dosen-dosen ahli luar negeri untuk mengajar di Indonesia” jelas Mochtar Riady sebagai sosok Founder and Chairman Lippo Group yang hadir sebagai pembicara dalam seminar “Entrepreneurship Wisdom” di kampus Unika Soegijapranata pada Jumat (21/4) lalu.

Mochtar Riady yang juga dikenal sebagai seorang spesialis bankir hingga dijuluki “Bankir Bertangan Emas” karena banyak menyembuhkan dengan cara mengakuisisi bank-bank yang “sakit” ini, telah hadir untuk menjadi pembicara tunggal dalam seminar tersebut.

Dalam seminar ini Mochtar Riady menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan, sejatinya setiap ilmu yang diajarkan tidak langsung mengarah pada pendidikan entrepreneur. Dan salah satu peran perguruan tinggi adalah mendidik manusia di dalam keterampilan entrepreneurship yang akan tumbuh dari suasana kehidupan secara umum di masyarakat.

Dalam seminar yang diselenggarakan di ruang teater, gedung Thomas Aquinas ini, Mochtar Riady juga menyinggung tentang industri berbasis teknologi. Menurutnya, suatu keluarga, perusahaan ataupun bangsa dapat mengalami proses up and down. Artinya, saat ini dunia memasuki dunia industri keempat yang bergantung pada nano technology, digital technology dan bio-technology. Dan Inti dari ketiga teknologi tersebut adalah digital technology.

Digital technology ataupun Information Technology sendiri meliputi 4 bidang yaitu hardware, software, telecommunication infrastructure dan content. Sedangkan content meliputi data flow; money flow, merchandise flow.

Terkait dengan Digital technology, sosok yang menjadi tokoh perbankan yang memperkenalkan fasilitas kartu kredit dan program hadiah tabungan tahapan di Indonesia ini, mengingatkan kepada kita bahwa sebagai suatu bangsa apabila kita tidak sensitif terhadap suatu perubahan teknologi, maka bangsa tersebut akan mengalami kesulitan. Oleh karena itu kita harus sensitif terhadap  perubahan teknologi, perubahan politik, perubahan ekonomi supaya terhindar dari kesulitan dan dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik di masa depan. (Cal)

Kategori: ,