Mahasiswi Asrama Unika Ikuti Gladi Pribadi Peduli
Rabu, 3 Mei 2017 | 10:20 WIB

Menjadi mahasiswi penghuni asrama Teresa Avila Unika Soegijapranata  memang mempunyai kekhasan tersendiri. Kehidupan mereka tidak seperti penghuni kos seperti kebanyakan yang misal hanya sekedar menjadikan tempat kos sebagai tempat tinggal. Selain asrama dijadikan sebagai tempat tinggal, mahasiswi penghuninya diajak untuk lebih peduli dengan keadaan sosial sekitar. Ajakan ini sesuai dengan tujuan berdirinya asrama mahasiswi tersebut yaitu membuat pribadi mahasiswi menjadi lebih baik, tidak hanya memiliki prestasi yang baik dikampus namun juga memiliki karakter yang baik terhadap permasalahan di sekitarnya, demikian jelas Sr. Emiliana Buku, CM sebagai pengelola asrama Teresa Avila.

Berkaitan dengan tujuan tersebut, untuk yang pertama kalinya pada hari Sabtu-Minggu (1/4-2/4) yang lalu, pengelola asrama  mengadakan “Gladi Pribadi Peduli”. Kegiatan Gladi yang diselenggarakan di Wisma Syallom, Bandungan, Kabupaten Semarang ini bertujuan untuk mendorong dan menyentuh para mahasiswi asrama agar memiliki kepekaan sosial serta peduli terhadap masalah sekitar, selain itu juga untuk menumbuhkan keakraban dan persaudaraan sesama penghuni asrama. Pembentukan karakter kepedulian ini tidak muluk muluk ke permasalahan yang besar, tapi cukup dengan memperhatikan dan peduli dengan permasalahan fisik maupun sosial yang ada di sekitar asrama tempat tinggal, seperti masalah keamanan, kebersihan, membantu tetangga di sekitar asrama yang sedang kesusahan dan lain sebagainya.

Pembentukan kepribadian peduli ini dilakukan dalam 2 sesi utama yang berbeda. Sesi pertama diawali pada sesi “Analisis Sosial” pada Sabtu Malam (1/4). Dalam sesi analisis sosial ini, para mahasiswa diminta untuk menganalisis persoalan yang ditemukan dalam koran atau surat kabar serta mempresentasikan pemecahan masalahnya.     “Adanya sesi analisis sosial ini diharapkan mahasiswi paham tentang permasalahan yang ada di sekitarnya dan bisa berperan sekecil apapun bentuknya” ujar Suster Emiliana.

Pembentukan kepribadian peduli selanjutnya dilaksanakan pada Minggu Pagi (2/4). Pada sesi kedua ini mahasiswi diminta membuat rencana tindaklanjut kepedulian mahasiswi terhadap lingkungan sekitar. Rencana tindaklanjut ini tidak sekedar tertulis secara formalitas dikertas. Namun selepas selesai gladi, para pengelola asrama akan selalu mengadakan pertemuan atau “follow up” rutin setiap minggunya untuk mengevaluasi realisasi rencana tindak lanjut kepedulian yang sudah dibuat.

Mahasiswi Antusias.

Dr. A. Rachmad Djati, W. MS selaku Ketua Bidang Program Kegiatan Asrama menerangkan bahwa untuk melaksanakan kegiatan ini awalnya memang ada beberapa kendala. Kendala tersebut antara lain seperti menyamakan waktu yang tepat untuk seluruh mahasiswi, adanya batasan waktu untuk tiap sesi yang sangat minim karena waktu pemakaian tempat acara yang minim, dan sulitnya mencari tempat yang pas untuk pelaksanaan kegiatan.

Namun dalam pelaksanaan, akhirnya secara keseluruhan acara dapat terlaksana dengan baik dan para mahasiswi tetap antusias untuk mengikuti gladi ini. Keantusiasan tersebut terbukti dari keseriusan sekitar kurang lebih 55 mahasiswi ketika sesi analisis sosial dan membuat rencana tindak lanjut. “Semua mahasiswi terlihat sangat antusias ketika persentasi pada Sabtu malam, walau mereka agak ngantuk tapi mereka tetap berusaha melek mempersentasikan beritanya dan menyimak serta terlibat aktif ketika temannya presentasi di depan” tutur Dr. Rachmad Djati.

Hal senada juga disampaikan oleh Theresia Pretty Putri, mahasiswi Psikologi 2016 yang juga ikut serta dalam gladi tersebut, ketika dihubungi melalui pesan singkat “Line” mengungkapkan perasaannya ketika mengikuti gladi. Ia merasa antusias dan senang karena dengan adanya kegiatan tersebut, berdampak positif pada dirinya. Ia menjadi bertambah wawasannya tentang permasalahan yang ada di sekitarnya serta bisa mengenal dan menjalin tali persaudaraan sesama mahasiswi penghuni asrama.

Rencananya kegiatan Gladi Pribadi Peduli ini akan diadakan tiap tahun dan wajib diikuti oleh seluruh penghuni asrama. Acara yang akan dibuat seperti sistem ATGW ini juga ada model pendampingan semacam co-trainer yang diseleksi serta dipantau dari keaktifannya dalam aksi nyata dari rencana tindak lanjut. (Hly)

Kategori: ,