Mahasiswa Amerika Dalami Jamu dan Pencak Silat di Unika
Rabu, 31 Mei 2017 | 16:01 WIB

Aaron Bonila, atau biasa dipanggil Aaron merupakan salah satu darmasiswa yang saat ini sedang menimba ilmu di Unika Soegijapranata. Keluarga Aaron sendiri berasal dari Puerto Rico, sebuah negara yang berada di Kepulauan Karibia dan terletak berdekatan dengan Negara Kuba. Namun, saat ini Aaron telah menetap di Ohio, Amerika Serikat.

Aaron di negaranya Amerika Serikat sering dipanggil Aaronman dan di Indonesia sering dipanggil Mas Brewok.

Aaron sendiri merupakan salah satu peserta darmasiswa, salah satu program yang ditawarkan oleh Pemerintah Indonesia kepada warga negara asing untuk belajar mengenai Bahasa dan Budaya Indonesia selama 6 hingga 12 bulan. Selain mempelajari Bahasa Indonesia sebagai fokus utama, Aaron juga mengikuti kegiatan lain dengan menekuni kesenian Pencak Silat dimana ia menjadi Juara II Dhaarmasiswa Award dengan menampilkan kesenian Pencak Silat. Adapun Aaron memilih Unika Soegijapranata dikarenakan Unika memberikan pembelajaran mengenai Indonesian Herbal Medicines mengenai jamu disamping mempelajari Bahasa Indonesia.

Keingintahuannya dalam dunia Jamu didasari berbagai fenomena yang dirasakan oleh sebagian orang menurutnya, dimana banyak orang yang terjangkit penyakit karena semakin sedikit orang yang menjalankan program diet secara alami. Sebuah pepatah mengatakan “Apa yang kamu konsumsi menjadi obatmu” dan “Kalian adalah apa yang kalian makan”. Berbagai fasilitas dan tingkat kemodernan saat ini meningkatkan risiko terjangkit penyakit seperti mengendarai sepeda motor dan mobil. Dari contoh tersebut, menurut Aaron semakin tingginya teknologi untuk mencegah ataupun mengatasi penyakit, maka akan meningkatkan resistensi atau ketahanan si penyakit. Selain itu, bagi Aaron, sistem pengobatan herbal tidak hanya sekedar menjadi obat yang bersifat tradisional. Baginya, obat tradisional yang memiliki sifat sebagai obat asli yang melayani setiap orang sesuai keluhannya.

“Jadi ketertarikan saya kepada dunia herbal, setidaknya dariĀ  obat-obatan herbal yang telah saya pelajari, saya menjadi lebih mengerti mengenai kesehatan tubuh saya. Dari situlah, saya bisa menolong orang di sekitar saya”jelas Aaron.

Pencak Silat dan Religiusitas Indonesia

Selain belajar mengenai Bahasa Indonesia dan Indonesian Herbal Medicines atau jamu, Aaron juga menekuni Kesenian Pencak Silat di Perguruan Silat Tunggal Dulur, Ungaran. Sebelumnya, Aaron telah belajar mengenai Kesenian Pencak Silat di negara asalnya, Amerika Serikat pada tahun 2005.

“Apa yang telah saya pelajari tentang Silat di Amerika Serikat dan Indonesia memiliki perbedaan namun masih memiliki keterkaitan. Adapun kesamaan diantara keduanya adalah mengajarkan untuk bisa bertahan dari serangan” tutur Aaron.

“Ada beberapa hal yang telah hilang dalam kebudayaan saat ini dan salah satu tujuan keberadaan saya disini untuk mencari jawaban mengenai sesuatu yang hilang tersebut. Saat ini, saya telah menyadari apa yang telah saya lakukan itu salah dan harapan saya agar sekembali dari Indonesia, saya dapat memberikan perubahan positif yang dapat saya tularkan kepada teman-teman” jelas Aaron.

Semasa menjalani pendidikan sarjana/ bachelor (S1) di Youngstown State University, Aaron mendalami bidang religiusitas yang bukan tentang ajaran masing-masing agama melainkan mengenai pengalaman religiusitas; kondisi psikologi orang yang mendalami agama; kondisi ekonomi, budaya, dan sejarah yang berhubungan dengan religiusitas. Menurut Aaron, melalui pengenalan religiusitas, membuatnya semakin mantap untuk memilih Indonesia sebagai destinasinya untuk menimba ilmu karena rasa kagumnya terhadap Indonesia yang menganut 5 agama dasar.

“Bagi saya mempelajari mengenai religiusitas bukanlah mengenai siapa yang salah maupun siapa yang benar melainkan berbicara mengenai usaha setiap individu untuk memahami keberadaan Tuhan. Jadi ketika kamu mulai memahami-Nya, kamu akan memahaminya sebagai manusia. Sehingga saat itu pula kamu dapat memahami apa yang terpenting dalam hidupmu. Kesempatan yang telah diberikan oleh Pemerintah Indonesia kepada saya cukup berharga karena inilah pertama kalinya saya tinggal di negara yang mayoritas muslim. Saya juga ucapkan banyak terima kasih terhadap keramahan orang-orang Indonesia selama saya tinggal disini,” jelas Aaron. (Cal)

Kategori: ,