Hadirkan Entrepreneur Muda di Kampus
Selasa, 2 Mei 2017 | 13:17 WIB

Berbisnis merupakan tren masa kini yang terjadi di masyarakat, khususnya anak muda yang memulai berbisnis dengan cara menjual produk-produknya di media sosial. Media sosial juga mengubah hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang sebelumnya cenderung satu arah, menjadi lebih interaktif dan friendly. Hal ini menyebabkan hubungan konsumen dengan perusahaan yang lebih dekat. Hubungan yang sebelumnya lebih bersifat vertikal karena adanya “jarak”, menjadi horizontal karena lebih intens dan lebih personal. Terkait dengan fenomena tersebut, maka mahasiswa Ilmu Komunikasi,  konsentrasi PR (Public Relation) mengadakan seminar yang bertajuk “Talkshow Creative Preneur” di ruang teater gedung Thomas Aquinas Unika pada hari Kamis (20/4).

Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara seminar yaitu Gatot Hendraputra (Brand Leader Impala Space) dan Hassanudin Handy Kusuma, S.E (Owner Freshasan). Keduanya merupakan pengusaha muda yang memulai berbisnis dari bawah.

“Yang menjadi momok anak muda untuk menjadi seorang berbisnis adalah takut akan modal dan takut akan daya persaingan yang tinggi,” demikian diungkapkan oleh Hassanudin Handy.

5 hal untuk sukses berbisnis

Lebih lanjut dia menjelaskan, proses berbisnis yang ia lalui tidak mulus, awalnya  ia tidak mendapat restu orang tua untuk berbisnis karena modal bisnis yang akan ia dirikan sangat besar. Bukan hanya itu saja, saat memulai usahanya dia juga banyak mendapatkan cemohan dari teman-temannya, karena menganggap dirinya tidak bisa untuk berbisnis. Lalu dengan dorongan keberanian dan semangat yang tinggi, dia abaikan masalah-masalah tersebut dengan menjadikan cemohan itu menjadi motivasinya bahwa saya harus bisa. Kemudian bermodalkan uang tabungan semasa SMA, Hasan nekat membuka ladang usaha untuk berbisnis makanan yang bernama “freshasan”.

Dan berkat kesungguhan dan ketekunannya, di usia 19 tahun dia sudah mampu membuka bisnis kuliner ini dengan omset 60 juta per bulan, bukan hanya itu saja, ia juga membuka ladang pekerjaan masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan, serta dapat membiayai kuliahnya sendiri tanpa bantuan orangtua. “Berbisnis haruslah kerja tuntas, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja keras, dan tak lupa adalah doa, karena kalau kalian berbisnis dengan dilandaskan 5 hal itu maka percaya deh kalian akan berhasil” ucapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Gatot Hendraputra saat mengawali bisnisnya, namun bedanya Hassan di bidang kuliner sedangkan Gatot di bidang Jasa.

Silvi sebagai ketua panitia seminar berharap dengan diadakannya seminar  enterprenur ini, para mahasiswa akan semakin terinspirasi dan termotivasi dalam menjalankan bisnis ataupun membuka bisnis baru, disamping menjalani perkuliahan. (Adr)

Kategori: ,