Bikin Outer Terinspirasi Manga, Tiga Mahasiswa Unika Soegijapranata Juarai Lomba Entrepreneurship
Senin, 8 Mei 2017 | 8:55 WIB

Bikin Outer Terinspirasi Manga, Tiga Mahasiswa Unika Soegijapranata Juarai Lomba Entrepreneurship

Tiga mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang berhasil menjuarai Creative Entrepreneurship Competition (Creation) 2017.

Creation merupakan lomba rencana bisnis yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMPSM) Unika Parahyangan Bandung.

Laurensia Kristi Wulandari, Cahya Ramadhani, dan Novian Risaldi berhasil menang berkat produk outer (baju luaran) bertitel Morfunk yang mereka kembangkan.

"Kami memiliki ide mengubah selembar kain menjadi produk outer yang unik," ungkap Laurensia kepada Tribunjateng.com, Jumat (5/5/2017).

Ia menerangkan outer yang dikembangkan mereka dapat dipakai dalam tiga cara pemakaian.

"Morfunk memiliki arti more fun, more funk, more fabulous, dan more function. Produk outer ini bisa menjadi rok, celana, dan jump suit," terangnya.

Ketiganya mendapat ide mengembangkan produk tersebut berkat manga atau komik Jepang yang selalu mereka baca.

"Jadi satu tokoh di manga itu adalah perempuan yang unik. Dia ingin memiliki pakaian yang banyak tapi tidak punya uang. Ia lalu memiliki ide membuat sebuah pakaian serbaguna yang bisa dipakai dalam berbagai gaya," jelasnya.

Pengerjaan produk Morfunk tersebut membutuhkan waktu dua hari penuh.

“Detail pengerjaan hingga menjadi outer ada di Novian karena dia mahasiswa Teknik Arsitektur. Saya dan Laurensia merupakan mahasiswi Manajemen yang memikirkan rencana bisnis produk," papar Cahya.

Tiga mahasiswa ini memakai kain batik berpola kawung agar kekhasan Indonesia terasa.

Ketika pada saatnya tampil dalam grand final Creation 2017 di kampus Unpar pada 23 Maret lalu, mereka merasa gugup.

Pasalnya, enam finalis lain berasal dari berbagai kampus besar di Indonesia.

"Ada dari UI, Universitas Kristen Petra Surabaya, dan lain-lain. Saat itu mereka tampak fasih dalam mempresentasikan produknya," imbuh dia.

Tak mau kalah, mereka pada akhirnya tampil mempresentasikan Morfunk di depan tiga juri.

"Mereka antusias terhadap produk kami. Juri mengatakan produk kami memiliki sisi keunikan, dibandingkan yang lain," jelas Cahya.

Pada 23 Maret malam, tiga mahasiswa Unika Soegijapranata ini diumumkan sebagai juara.

Mereka mengaku senang meraih prestasi tersebut.

"Kami mendapatkan poin terbanyak dari juri. Ini anugerah yang besar bagi kami bertiga," tutur Laurensia.
Trio ini berharap produk yang mereka buat bisa segera dipatenkan.

"Karena ini baru prototipe, kami masih akan menyempurnakannya. Kalau bisa, kami juga ingin mengikuti lomba serupa yang skalanya di atas ini," ujar Laurensia.

Dosen pembimbing, Bowo Hercahyo, bangga atas prestasi ketiganya.

"Satu yang jelas, kami telah bekerja keras untuk semua ini. Raihan ini begitu spesial bagi kami," kata Bowo.

(►http://jateng.tribunnews.com)

Kategori: