Aplikasi Android Ngesti Pandawa – Kenalkan Kesenian Lewat Digital
Senin, 22 Mei 2017 | 17:19 WIB

WWS 22_05_2017 Aplikasi Android Ngesti Pandawa Kenalkan Kesenian Lewat Digital

Iringan musik karawitan menggema di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu (20/5) malam. Di atas panggung, perkumpulan Wayang Orang (WO) Ngesti Pandowo tampil dengan memainkan lakon ‘Gatotkaca Rante’.

DIKISAHKAN, Pergiwa sedang menemani suaminya Gatot kaca, yang sedang menjalani hukuman di sebuah hutan. Karena haus, anak dari Bima ini ke mudian meminta istrinya untuk dicarikan air. Namun rupanya, saat Pergiwa sedang berjalan sendiri di hutan mencarikan air bagi sang suami, terlihat oleh Lesmana Mandrakumara, yang juga putera mahkota kerajaan Astina. Singkat cerita, Pergiwa kemudian diculik dan di bawa kabur oleh Lesmana. Mendengar jeritan istrinya, Gatotkaca meronta dan berontak sehingga tali (rante) yang mengikatnya putus terlepas. Hingga akhirnya timbul perang antara ke dua
pihak.

“WO Ngesti Pandowo merupakan salah satu ikon budaya Semarang bahkan Indonesia. Di satu sisi, harus diakui bahwa belum banyak generasi muda yang mengenal mereka, termasuk kesenian wayang orang. Untuk itu, perlu sebuah terobosan, agar pentas WO Ngesti Pandowo ini bisa dilihat dan diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya di Semarang saja, namun juga dari seluruh dunia,” papar Wakil Rektor Unika Soegijapranata Dr Ridwan Sanjaya, disela pementasan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya bekerjasama dengan WO Ngesti Pandowo meluncurkan media sosial dan aplikasi mobile. Sembilan media yang diluncurkan adalah website, facebook, instagram, twitter, youTube, wikipedia, google map, tripadvisor, dan aplikasi android “Ngesti Pandawa”
yang bisa diunduh melalui Google Play.

Peluncu ran tersebut merupakan kerja sama antara Ngesti Pandowo pimpinan Djoko Muljono dengan Unika Soegijapranata yang terdiri dari Dr Ridwan Sanjaya (Sistem Informasi),  Dr Rachmad Djati (Psikologi), Tjahjono Rahardjo MT (Lingkungan & Perkotaan), dan Albertus Dwiyoga (Sistem Informasi).

“Dengan adanya sembilan media tersebut, diharapkan Ngesti Pandowo dapat lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai informasi dan pengetahuan tentang kesenian ini, dapat dengan cepat diperoleh oleh masyarakat. Bahkan bagi wisatawan dari luar negeri juga dapat memanfaatkannya untuk pemesanan tiket pertunjukan,” jelasnya.

Dalam aplikasi yang bisa diunduh secara gratis tersebut, masyarakat juga bisa melihat video, mencari lokasi pementasan, hingga jadwal pentas Ngesti Pandowo. Beragam berita tentang seni wayang orang tersebut juga bisa diakses melalui aplikasi ini.

“Ini menjadi sebuah aset yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai hilang dan tinggal cerita saja. Kalau bukan kita yang peduli dengan kesenian bangsa, lalu siapa lagi,” pungkasnya.

(► Wawasan 22 Mei 2017 hal. 20)

Kategori: