Apa Faktor Penyebab Orang Menjadi Gay, Apakah Mereka Bisa Normal Lagi?
Senin, 29 Mei 2017 | 10:49 WIB

Apa Faktor Penyebab Orang Menjadi Gay, Apakah Mereka Bisa Normal Lagi?

Banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang menjadi gay. Misal kondisi biologis sejak dilahirkan atau kondisi sosial yang menyebabkan seseorang ikut terpengaruh. Contohnya satu grup dengan homoseks, anggota grup yang awalnya tidak homo bisa menjadi homo.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan seseorang awalnya heteroseksual berubah menjadi homoseksual.

Lalu bagaimana cara mengobatinya untuk bisa kembali normal ? Dalam dunia psikologi, sebutannya tidak "mengobati" karena seorang psikolog tidak pernah belajar menggunakan obat.

Di psikologi, yang dipergunakan adalah istilah "perlakuan/treatmen". Kalau ada orang tidak nyaman dengan homoseksual dan mau berubah menjadi heteroseksual, psikolog bisa membantu dengan cara konseling. Selain konseling, bisa juga dengan terapi.

===========================================
Penyebab gay
1. Kondisi biologis sejak dilahirkan
2. Perubahan hormonal heterogen menjadi homoseksual
3. Kondisi sosial. Contohnya satu grup dengan homoseks, lama-lama bisa ikut homo

Cara Mengatasi
1. Konseling dan terapi
Bisa sembuh namun agak sulit. Terlebih kalau penyebab orientasi seksual karena hormon, kondisi neuropsikologis, atau biologis.
2. Bila penyebabnya karena ikut-kutan, bisa ditreatmen oleh diri sendiri dengan kehendak yang kuat.
3. Ortu lebih memperhatikan remaja mereka.
Sumber : Fakultas Psikologi Unika Semarang
===========================================

Seseorang bisa mentreatmen dirinya sendiri supaya sembuh meskipun agak sulit. Terlebih kalau penyebab orientasi seksual karena hormon, kondisi neuropsikologis, atau biologis. Bila penyebabnya karena ikut-ikutan teman, bisa ditreatmen oleh diri sendiri dengan kehendak yang kuat.

Terkait kasus di Jakarta, yang mana pesta gay dilakukan di satu tempat dalam jumlah banyak, menurut pandangan saya bukan masalah pada orientasi seksualnya (heteroseksual atau homoseksual), tetapi pada perilaku seks di tempat yang tidak selayaknya.

Mereka salah karena berhubungan seks dan berperilaku seks bersama-sama apalagi sampai ratusan orang.

Apa yang memotivasi mereka melakukan itu? Apakah ada unsur "jebakan" atau penipuan, atau murni niat sendiri? Bagi saya, mengetahui motivasi mereka melakukan seks bersamaan itu sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Supaya mencegah bertambahnya jumlah remaja yang berorientasi seksual sesama jenis, orangtua harus lebih memerhatikan remaja mereka.

Kalau remaja mereka menjadi homoseksual karena ikut-ikutan teman, perlu segera mendapat perlakuan tertentu, tetapi kalau kondisi biologis (hormon, kromosom, neuropsikologis, dan lain-lain) yang menyebabkan homoseksual, maka lebih sulit diterapi.

 

News Analysis oleh Dr Margaretha Sih Setija Utami MKes, Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata

(►http://jateng.tribunnews.com, http://jatim.tribunnews.com, http://bangka.tribunnews.com)

Kategori: