38 Pasien Katarak Ikuti Operasi Gratis di RSUD Wongsonegoro–kerjasama Ikatan Alumni Soegijapranata (Ikasoepra)
Selasa, 23 Mei 2017 | 9:15 WIB

OPRASI KATARAK: Wakil Wali Kota Semarang, Heaverita G Rahayu didampingu Direktur RS KMRT Wongsonegoro, dokter Susi Herawati Mkes, Perwakilan Ikasoepra serta Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra, berdialog dengan pasien yang telah dioperasi katarak, di RS KMRT Wongsonegoro, Ketileng, Minggu (21/5). (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto) Sebanyak 38 warga Kota Semarang dan sekitarnya berhasil dioperasi katarak di RSUD KMRT Wongsonegoro, Ketileng, Minggu (21/5). Bakti sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh RSUD KMRT Wongsonegoro bekerja sama Ikatan Alumni Soegijapranata (Ikasoepra) serta Djarum Foundation Bakti Sosial, merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Semarang ke-470.

Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, dokter Susi Herawati MKes menyebutkan, dari sejumlah pendaftar, ada sebanyak 78 orang. Namun setelah dilakukan pengecekan, kesehatan ulang, sebanyak 38 pasien harus segera dioperasi.

“Mereka yang tidak bisa ikut operasi karena ada beberapa hal. Seperti selaput kataraknya masih tipis atau tensinya darahnya yang terlalu tinggi dan beberapa hal yang lain. Jadi bukannya kami menolak pasien,” kata Susi dalam keterangannya.

Seperti halnya perasaan lega yang meliputi Gufron (70), warga kampung Gendong, Sendangmulyo, Semarang ini, setelah sukses menjalani operasi katarak gratis, yang
digelar Pemkot Semarang bekerja sama dengan Ikasoepra (Ikatan Alumni Soegijapranata) dan Djarum Foundation, Minggu (21/5), di Paviliun Gatotkaca RSUD KRMT Wongsonegoro. Kakek yang sehari-hari masih melakukan kegiatan bertani di sawah ini, sudah tiga tahun lalu merasakan penglihatannya kabur. Keterbatasan pandangan membuat dia kerepotan ketika hendak melakukan aktivitasnya sehari-hari. Pandangannya semakin lama semakin kabur, terutama mata di sisi sebelah kiri. Hal itulah yang membuat kegiatannya semakin berkurang untuk sekadar menyiangi rumput atau pun menanam padi di sawah.

“Kami langsung mendaftarkan bapak ketika mendapatkan informasi adanya OKG di RSUD KRMT Wongsonegoro. Harapannya cepat sembuh seperti sedia kala. Dan bisa bercocok tanam di sawah,” ungkap Khatib, anak lelakinya yang mendampingi operasi.

Sedangkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu yang hadir mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, kegiatan ini digelar masih dalam rangkaian HUT ke-470 Kota Semarang. Menurutnya, selain untuk mencanangkan motto Semarang Hebat, Pemkot juga ingin agar pelayanan kesehatan pada masyarakat hebat.

“Pemkot Semarang juga ingin membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mendapat pelayanan kesehatan yang layak. Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun masyarakat yang sehat. Sehingga mampu dan mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi, dan akhirnya bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Mbak Ita panggilan akrabnya.

Sementara itu, Arvi Oktaviandra dari perwakilan Djarum Foundation menambahkan, kegiatan ini merupakan ajang sosial untuk membantu warga dalam hal meningkatkan kesehatan, terutama mata.

“Kegiatan bakti sosial ini menjadi prioritas kami dalam membantu masyarakat yang kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” papar dia.

(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: