2 Mahasiswa FTP Boyong 2 Trofi Juara NFTC 2017
Senin, 29 Mei 2017 | 12:13 WIB

2 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Unika Soegijapranata berhasil meraih gelar juara II dalam  dua jenis kompetisi yang dilombakan dalam National Food Technology Competition (NFTC) 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Widya Mandala (UKWMS) Surabaya. Dalam kompetisi tersebut, dipertandingkan 2 jenis lomba yaitu Kompetisi Poster Ilmiah dan Kompetisi Karya Tulis Ilmiah. Final Kompetisi Karya Tulis Ilmiah diadakan pada Sabtu (20/5) di Auditorium Benedictus Lantai 4 Unika Widya Mandala, Surabaya sedangkan Final Kompetisi Poster Ilmiah diadakan pada Jumat (19/5) di Atrium Ratunda Lantai 3 Mall Ciputra World Surabaya.

Dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah, Unika Soegijapranata mengirimkan 1 wakil perorangan yaitu  Clementia Caroline dan 1 wakil tim yang terdiri dari Maria Restu, Yusefta Clarencia, dan Regina Tania. Sedangkan Yohana Maria menjadi perwakilan dari Unika Soegijapranata dalam lomba Kompetisi Poster Ilmiah. Pada hasil akhir dari kompetisi tersebut, Yohana Maria memperoleh Juara II pada Kompetisi Poster Ilmiah sedangkan Clementia Caroline meraih Juara II dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah.

Inovasi Bahan Pangan

Clementia Caroline dalam Kompetisi Karya Tulis Ilmiah tersebut memilih judul “Flavored Edible Film dari Eucheuma cottonii“. Dan mengenai karya tulis ilmiahnya lebih lanjut dia menjelaskan, “Dalam industri pembuatan mie instan, masih banyak dihasilkan limbah terutama dari bumbu yang ikut diproduksi beserta pengemasnya sebagai pendamping mie instan. Edible film yang tumbuh dalam bentuk lembaran dapat mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan tersebut. Aplikasi penggunaan edible film sendiri untuk menggantikan peran pengemas bumbu dalam industri mie instan sehingga bumbu tidak perlu dimasukkan dalam pengemas plastik. Dengan adanya edible film ini, dalam proses pembuatan mie instan, bumbu beserta pengemasnya yang terbuat dari edible film langsung dimasukkan ke dalam rebusan mie instan” tutur Caroline.

Sedangkan Yohana Maria yang mengikuti Kompetisi Poster Ilmiah membawakan judul “Aplikasi Sari Belimbing Wuluh sebagai Asidulan dalam Pengembangan Roti Manis Berbasis Tepung Gaplek”. Dalam penelitiannya, Yohana membicarakan tentang pemanfaatan tepung gaplek yang selama ini telah banyak diterapkan pada dunia kuliner. Yohana mencoba untuk mengembangkan tepung gaplek agar bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar tepung roti. Akan tetapi, apabila diaplikasikan dalam tepung roti, tepung berbahan dasar gaplek menghasilkan tekstur roti yang kurang menarik karena tingkat kekerasannya yang tinggi sehingga diperlukan penambahan Sari Belimbing Wuluh yang berperan sebagai asidulan (bahan tambahan pangan yang bersifat asam) yang bereaksi dengan pengembang kimia di dalam produk roti. Sehingga akan terbentuk karakteristik roti dari tepung gaplek yang lebih bagus. (Cal)

Kategori: ,