Unika Lounching Open Theater
Jumat, 21 April 2017 | 15:33 WIB

Dalam rangka Launching Open Theater yang berada di sebelah barat Gedung Henricus Constant, Unika Soegijapranata mengadakan panggung seni dan sastra yang bertemakan “Unika Bersyair”. Dalam acara ini, baik Rektor, Wakil Rektor, jajaran dekanat tiap fakultas dan kepala lembaga secara bergantian membaca puisi. Acara sendiri diadakan pada hari Selasa (11/4) dan dimulai pukul 15.00 wib sampai selesai.

Acara ini sendiri merupakan wujud kepedulian Unika Soegijapranata pada dunia seni dan sastra. Dimana dalam acara ini, selain menampilkan pembacaan puisi jajaran pejabat rektorat dan dekanat juga menampilkan karya musik akustik, kesenian mural, modern dance, tari daerah Sumba, keroncong dari mahasiswa dan karyawan Unika Soegijapranata. Selain itu, untuk display panggung juga menampilkan Vespanika (Komunitas Vespa Unika Soegijapranata). Sembari menikmati pertunjukkan Unika Bersyair, penonton juga disuguhkan konsumsi berupa jajanan pasar yang merakyat.

Wadah dan Ruang Publik Baru

“Acara ini sendiri berawal dari ciri khas Unika Soegijapranata yang memang menjunjung seni dan budaya. Selain itu melalui Unika Bersyair ini, berarti Unika memiliki sebuah wadah baru dan ruang publik yang baru yang bisa digunakan untuk mengapresiasi seni. Seperti misalnya saya saat ini mengajar mata kuliah Public Speaking di fakultas Ilmu Komunikasi. Suatu saat Open Theater akan saya gunakan sebagai ruang kelas terbuka untuk mata kuliah tersebut” tutur Rotumiar Pasaribu S.S., M. Ikom sebagai Ketua Panitia Unika Bersyair.

Dari pihak dosen yang akan membacakan puisi, beberapa dosen lebih memilih untuk membuat sendiri, ada pula yang memilih puisinya sendiri dan ada yang ditentukan oleh pihak panitia. Dalam acara ini, Rektor Unika Soegijapranata Prof. Budi Widianarko tampil membacakan puisi berkolaborasi dengan tamu dari Korea Selatan. Acara ini pun cukup mendapat respon positif dari pihak mahasiswa maupun karyawan Unika sendiri. Hal ini terbukti pada saat pelaksanaan acara, masih terdapat beberapa permintaan untuk tampil dalam acara Unika Bersyair, hingga akhirnya diputuskan ada 30 penampil yang mengisi acara Unika Bersyair.

“Acara ini sekaligus sebagai pembacaan puisi pertama dan acara pertama yang bertempat di Open Theater. Berkaitan dengan puisi, pada tahun 2006 Unika Soegijapranata berhasil mencatatkan namanaya dalam Rekor MURI dalam acara 72 jam pembacaan puisi. Selain itu, Unika Soegijapranata juga berhasil mencatatkan nama dalam rekor MURI dalam pertunjukkan wayang menggunakan 5 bahasa,” tandas Rotu. (Cal)

Kategori: ,