Unika Bersyair, Rektor hingga Dosen Baca Puisi
Kamis, 27 April 2017 | 9:21 WIB

SM 12_4_2017 Unika Bersyair, Rektor hingga Dosen Baca PuisiKepedulian pada karya seni dan sastra ditunjukkan civitas academica Unika Soegijapranata dalam panggung seni dan sastra bertajuk "Unika Bersyair". Kegiatan ini diikuti jajaran struktural kampus, mulai dari rektor, dekan fakultas hingga kepala lembaga, dan dosen. Mereka secara bergantian membacakan puisi di Open Theater sebelah barat Kampus Unika Soegijapranata Semarang, Selasa (11/4) sore.

"Kegiatan ini sebagai upaya untuk menumbuh kembangkan rasa cinta dan bangga akan karya seni dan sastra Indonesia," ungkap ketua panitia kegiatan yang juga dosen komunikasi Rotumiar Pasaribu, kemarin.

Pemilihan tema "Unika Bersyair" ini memiliki tujuan untuk menunjukkan bahwa kampus ini merupakan tempat persemaian bakat-bakat di bidang seni dan sastra. Hal ini diperlihatkan dengan pembacaan yang dilakukan mulai dari pimpinan tertinggi yakni rektor beserta strukturalnya serta mahasiswa.

Meski bertajuk "Unika Bersyair", sejumlah bidang seni lainnya, seperti musik keroncong dan akustik, tari modern dan tradisional, mural serta displai komunitas Vespa Unika juga turut meramaikan acara itu.

Adapun tari tradisional yang tampil, antara lain Sumba, sedangkan penampilan musik akustik diisi oleh karyawan dan mahasiswa. Cuaca mendung semakin mendukung suasana syandu "Unika Bersyair" pada sore hari kemarin. Dengan konsep pesta rakyat, panitia menyediakan jajanan pasar serta panganan seperti pisang dan kacang rebus serta angkringan gratis untuk penonton yang hadir.

Peluncuran Ruang Publik
"Dalam ajang itu tidak ada jarak antara rektor, dosen hingga mahasiswa. Kumpul jadi satu dalam Unika Bersyair," sambungnya. Rotumiar menuturkan, kegiatan ini sekaligus peluncuran ruang publik baru dengan konsep Open Theater di sebelah barat gedung Henricus Constant, dekat gerbang pintu keluar kampus Unika.

"Fokusnya untuk menunjukkan ke mahasiswa dan jajaran, kini ada wadah untuk siapa pun yang ingin melakukan kegiatan baik seni atau lainnya," imbuhnya.

Ruang terbuka seluas kurang lebih 300m2 itu dapat menampung ratusan penonton pada setiap event yang diadakan di tempat tersebut. Nantinya, selain digunakan sebagai sarana pertunjukan juga bisa dipakai untuk praktik public speaking atau lainnya. (â–ºSuara Merdeka 12 APRIL 2017 hal. 23)

Kategori: