Success Before 30
Rabu, 26 April 2017 | 10:46 WIB

Candradiharta adalah Pria kelahiran Tangerang, 10 Desember 1994 yang menjadi Wisudawan Terbaik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Jurusan Akuntansi Unika Soegijapranata  Semarang. Dia yang merupakan salah satu alumni SMA YSKI Semarang telah mengantongi predikat cumlaude dengan IPK 3,80. Judul skripsi yang dia buat adalah “Pengaruh Tata Kelola TI Terhadap Manfaat Informasi Akuntansi Melalui Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Sebagai Variabel Intervening (Studi pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman di Semarang)”

Penelitian dalam skripsinya dilakukan dengan partisipan manajer keuangan, manajer TI, dan auditor internal yang bekerja di perusahaan manufaktur skala menengah dan besar sektor makanan dan minuman di kota Semarang.            Hasil pada penelitian ini yaitu ditemukan bahwa hubungan langsung antara variabel tata kelola TI dan manfaat informasi akuntansi menjadi tidak signifikan setelah dikontrol dengan variabel kualitas SIA (complete mediation). Teknologi informasi yang dikelola dengan baik akan mempengaruhi kualitas dari sistem informasi akuntansinya, sehingga pada akhirnya sistem tersebut dapat menghasilkan informasi akuntansi yang bermanfaat.

Pada saat pertama kali mau mengerjakan skripsi. bagi candra, sangatlah susah untuk mengumpulkan niat agar dapat memulai pengerjaan skripsi. Karena menurut candra hal tersulit di dalam skripsi justru pada langkah awal yaitu langkah untuk memulai mengerjakannya. Akan tetapi ketika topik dan judul sudah ditentukan, bisa dibilang tidak ada kendala dalam pengerjaan skripsinya. Hanya diperlukan motivasi atau passion untuk bisa segera menyelesaikan skripsi tersebut.

Pria yang mempunyai motto “Success Before 30” ini juga pernah menjadi asisten dosen, dengan maksud supaya bisa memaksa dirinya untuk belajar materi-materi semester lalu dan pada akhirnya dapat benar-benar menguasai dengan matang materi tersebut.

Saat ditanya resep menjadi wisudawan terbaik, Candra menjelaskan ” Jika ingin menjadi wisudawan terbaik, maka imbangilah waktu untuk belajar, bermain, dan berserah kepada Tuhan. Belajar adalah hal utama yang sangat penting, akan tetapi akan menjadi stress jika tidak ada waktu untuk bermain. Selain itu keduanya harus disertai dengan pertolongan Tuhan” tuturnya. (Dsa)

Kategori: ,