Perlu Tanggap Hadapi Perubahan
Selasa, 4 April 2017 | 9:32 WIB

SM 04_04_2017 Perlu Tanggap Hadapi PerubahanDunia usaha perlu tanggap menghadapi perubahan, terutama di bidang teknologi. Supaya tidak gagap, pelaku usaha harus tangkas menyesuaikan agar kanal-kanal bisnis baru tercipta.

Demikian disampaikan oleh pakar teknologi informasi Unika Soegijapranata Semarang Dr Ridwan Sanjaya dalam workshop Edukadin “Impactful Social Media Marketing”, pekan lalu.

”Dunia usaha memerlukan model segitiga BCS yang menggabungkan konsep Brand Marker, Contents Creation, dan Social Connection dalam bisnisnya.

Dalam konsep Brand Marker, reputasi perusahaan mesti tergarap baik di internet dengan mengelola secara serius situs-situs sumber informasi umum. Dengan begitu, masyarakat dapat secara mudah menemukan atau dalam menghubunginya,” ungkap dia.

Menurut dia, perlu ditekankan kepada pelaku usaha bahwa kreativitas menghasilkan berbagai informasi dalam bentuk tertulis dan multimedia penting, sehingga dapat mengajak masyarakat melihat kekuatan serta potensi perusahaan dalam bentuk kabar baik.

Dalam penyusunan kabar baik, lanjut Ridwan, strategi Blue Ocean diterapkan agar menjauhkan perusahaan dari narsisme yang kontraproduktif. Perusahaan juga perlu menyadari, karyawan dan konsumen merupakan aset yang sangat penting dalam pengembangan dan keberhasilan.

Konsep Social Connection, kata dia, tetap wajib diperhatikan dengan melihat kepentingan hubungan dengan masyarakat melalui berbagai bentuk komunikasi yang tersedia.

Tidak hanya sekedar satu arah, tetapi juga dilakukan secara dua arah. ”Salam atau sapaan kepada konsumen menjadi kunci agar kabar baik yang dibagikan oleh perusahaan dapat tertangkap oleh konsumen dan dibagikan kepada yang lain,” tegas dia.

Direktur Edukadin Agustina Devi menyebutkan tema yang diangkat merupakan kebutuhan dan masukan dari kalangan dunia usaha yang makin ingin tahu perkembangan dunia digital.

”Tema teknologi menjadi salah satu andalan Edukadin, selain tema-tema kepemimpinan dan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan dan perpajakan, bisnis ekspor dan impor, serta public relation,” ungkap dia. (►Suara Merdeka, 4 April 2017, hal. 5, http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: ,