Pembuatan Jamu Diminati Mahasiswa Asing
Rabu, 26 April 2017 | 13:19 WIB

WWS 6_4_2017 Pembuatan Jamu Diminati Mahasiswa Asing 17Jamu sebagai salah satu varian pengobatan herbal hasil kekayaan leluhur Indonesia, menjadi daya tarik bagi bangsa lain. Tercatat, setiap tahun Kemendikbud melalui program Dharmasiswa memberikan sebanyak 650 beasiswa kepada para mahasiswa asing, untuk belajar tentang budaya Indonesia, termasuk jamu.

“SETIAP tahun ada ribuan mahasiswa asing yang mendaftar melalui program Dharmasiswa, sedangkan kuota kita 650 siswa. Dari sebanyak 50 universitas atau perguruan tinggi di Indonesia yang bersedia
menerima mahasiswa asing, Unika Soegijapranata menempati peringkat ke-3 sebagai universitas yang paling banyak dipilih oleh mahasiswa asing,” tutur Sekretariat Beasiswa Unggulan dan Dharmasiswa, Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kemendikbud Musa Yosep SIp MAk, saat kunjungan ke kampus Unika Bendan Dhuwur, kemarin.

Ditambahkan, pihaknya juga aktif dalam menyeleksi mahasiswa asing yang mendaftar beasiswa. “Penyeleksiannya berdasarkan peminatan mahasiswa, selanjutnya oleh Universitas penerima mahasiswa
asing akan menyeleksi berdasarkan akademik dan kemampuan adaptasi mahasiswa asing tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan dari dua bidang ilmu yang diperkenalkan kepada para mahasiswa asing, melalui Program Dharmasiswa yaitu Bahasa Indonesia dan Seni Budaya Indonesia. Hanya
Unika Soegijapranata yang menawarkan bidang studi jamu, melalui Fakultas Teknologi Pertanian.

Banyak mahasiswa asing yang tertarik dengan pembuatan jamu. Tercatat untuk 2017, sebanyak 70 mahasiswa asing lolos seleksi tahap I program Dharmasiswa di Unika Soegijapranata dari Kemendikbud. Selanjutnya, penyeleksian tahap berikutnya diserahkan ke pihak kampus.

“Tingginya minat untuk belajar jamu ini, menandakan ilmu mengenai jamu yang menjadi salah satu varian pengobatan herbal di Indonesia cukup diminati. Kedepan, kan coba kita fasilitasi, tidak hanya tahap pengenalan saja, tetap bisa juga pada tingkat aademik dalam studi lanjut S-2 maupun S-3,” lanjutnya.

Dirinya berharap program harmasiswa ini akan selalu tumbuh dan berkembang, sehingga dapat meningkatkan hubungan kerjasama yang semakin baik antar negara maupun antar universitas.
“Kita harapkan juga akan berdampak pada peningkatan  kualitas dan hubungan baik dengan masyarakat internasional,” tandasnya.

(►Wawasan 6 April 2017 hal. 17)

Kategori: