Nicolaus Kristanto, Tuna Rungu Calon Wisudawan DKV Unika – Difabel Bukan Halangan Meraih Sukses
Senin, 3 April 2017 | 10:24 WIB

SM 03_04_2017 Nicolaus Kristanto, Tuna Rungu Calon Wisudawan DKV UnikaTUNA RUNGU sejak lahir tidak membuat Nicolaus Kristanto putus asa. Ya, Nico panggilan akrab ini adalah calon wisudawan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Unika Soegijapranata angkatan 2012 pada wisuda periode I tahun 2017. Saat ini Nico tengah menjalani usaha sebagai freelance photographer bidang fashion, candid, dan pre-wedding.

Awalnya, Nico menjalani masa Taman Kanak-kanak selama 2 tahun ditambah 8 tahun masa Sekolah Dasar di SLB/B Don Bosco Wonosobo yang memang dikhususkan bagi anak-anak tunarungu. Akan tetapi, para guru SLB tersebut melihat kelebihan pada diri Nico dibanding anak-anak tunarungu lainnya sehingga ia pun disarankan untuk meneruskan pendidikan menengah di sekolah umum.

Ia pun akhirnya meneruskan pendidikannya di SMP Pius Pekalongan pada tahun 2006. Di balik kekurangan yang ia miliki, Nico tidak pemah memiliki rasa penyesalan karena ia percaya segalanya telah direncanakan oleh Tuhan. Sejak masuk di sekolah umum tentunya Nico merasa takut akan kekurangan yang ia miliki jadi penghalang. Selain itu, ketakutannya pun semakin menjadi tatkala ia banyak mendengar kisah anak-anak tunarungu yang sebelumnya telah mencicipi dunia pendidikan umum.

"Akan tetapi, semua anggapan itu berbalik dari faktanya karena saya justru disambut baik di lingkungan pendidikan umum baik saat berada di SMP Pius Pekalongan maupun saat di SMA Santo Bernardus Pekalongan," jelas dia, baru-baru ini.

Termotivasi
Selain itu, minder masih ada di dalam dirinya, hal ini tidak menyurutkan semangat Nico untuk terus melanjutkan impiannya untuk belajar di sekolah umum karena ia yakin dengan kepercayaannya kepada Tuhan dan dukungan dari orang tua memacunya untuk belajar lebih. Apalagi selama ini kaum difabel seperti dirinya sering dinomor duakan membuatnya termotivasi untuk lebih banyak belajar.

Nico yang praktis hanya bisa mengandalkan kemampuan penglihatannya sebagai suatu kelebihan membawanya untuk menekuni hobi menggambar, membuat sesuatu,dan mengambil foto. Untuk itulah, Nico akhimya memilih jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) sebagai pogram pendidikan yang ia tekuni.

Pada masa awal kuliah, Nico sempat minder dan bingung mengenai proses adaptasi yang ia lakukan di Unika. Namun, keadaan memang memaksa Nico untuk berani hidup mandiri di tengah keterbatasannya.

Untuk itu, semasa kuliah Nico mencoba menempatkan dirinya sebagai orang yang banyak berbagi cerita dan mendengarkan cerita dari teman-temannya.

"Kegiatan-kegiatan seperti inilah menjadi sumber kebahagiaan saya. Para dosen juga berusaha mengerti apa yang saya sampaikan."

Nico ingin menjadi fotografer di Negeri Sakura. Negeri Sakura dipilih, menurutnya, banyak tempat yang akan membawa Nico ke dalam dunia sunyinya yang menenangkannya setelah banyak usaha yang telah ia lakukan saat ini. (â–ºSuara Merdeka 3 April 2017 hal. 20, http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: