Kunjungan Lapangan Prodi Teknik Sipil Unika
Jumat, 28 April 2017 | 10:16 WIB

Baru-baru ini para mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata mengadakan kunjungan ke proyek Hotel dan Apartemen Tentrem di Jalan Gajahmada Semarang. Sebanyak 55 mahasiswa ikut berpartisipasi dengan didampingi oleh seorang dosen yaitu Ir. KRAT. RM. Endro Gijanto R., MM. atau yang biasa dikenal dengan panggilan Pak Endro. Beliau merupakan salah satu dosen yang saat ini mengajar di Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Kunjungan proyek ini dibagi menjadi 2 kelompok. Pada saat di lokasi, mahasiswa juga didampingi oleh beberapa pendamping, yaitu Ir. Ratih Puspita S. dan Ir. Yosep Simanjuntak dari pihak owner, Ir. Dwiko Riyanto sebagai project manager, dan Endin Tazzudin, ST sebagai Ahli Geotek proyek tersebut.

Hotel dan Apartemen Tentrem Semarang merupakan salah satu proyek yang sedang dilaksanakan saat ini, yang dimulai sejak tahun 2016 lalu. Proyek ini rencananya akan membangun hotel serta apartemen dengan basement 4 lantai serta kedalaman sekitar 15 meter. Hal ini menjadi salah satu keistimewaan dari Proyek Hotel dan Apartemen Tentrem, karena sampai saat ini belum ditemukan bangunan yang mempunyai basement hingga 4 lantai di Semarang daerah bawah.

Saat ini proyek telah sampai pada tahap penggalian basement. Penggalian basement dilaksanakan secara bertahap dan dibagi menjadi 4 tahap. “Pada saat kedalaman penggalian mencapai kedalaman 5 meter, maka akan dilakukan pemasangan platform baja,“ jelas Ibu Ratih. Platform baja dipasang untuk membantu menopang alat-alat berat berupa dumptruck dan excavator long-arm yang nantinya akan digunakan untuk melakukan penggalian dengan kedalaman lebih dari 5 meter. Untuk excavator long-arm yang digunakan dapat mencapai kedalaman hingga 18 meter.

“Karena adanya penggalian basement, maka perlu dilakukan dewatering,” jelas Bapak Dwiko. Dewatering merupakan sebuah proses untuk menstabilkan muka air tanah dengan cara dipompa. “Penentuan titik-titik dewatering pun tidak sembarangan, karena perlu memperhitungkan beberapa hal. Apabila terjadi kesalahan penentuan titik dewatering, maka akan beresiko keluarnya genangan air yang akan menghambat kinerja para pekerja,” jelas Bapak Endin. Karena letak proyek tersebut berada di wilayah perkotaan, maka untuk melakukan proses dewatering dipasang dinding penahan tanah dengan pondasi secant piles. Tujuannya yaitu agar level muka air tanah pada daerah sekitar proyek tidak ikut turun saat melakukan proses dewatering. Lalu air hasil dari dewatering dimasukkan ke dalam rechanging well.

Pengerjaan proyek ini menggunakan sistem top-down. Yaitu sistem pengerjaan yang dimulai dari struktur atas dan selanjutnya struktur bawah. Pondasi yang digunakan untuk proyek ini adalah King Post dengan mutu beton (f’c) 25 MPa atau setara dengan mutu beton K-300. Pemasangan pondasi dilakukan hingga kedalaman lebih dari 30 meter. Proyek ini direncanakan akan selesai pada bulan Maret 2019 mendatang.

Kategori: