Ingin Ciptakan Monumen
Rabu, 26 April 2017 | 10:19 WIB

Hobi membuat sketsa dan ilustrasi menjadi salah satu alasan utama Lutgard Oka Adijati masuk Program Studi (Prodi) Arsitektur Unika Soegijapranata. Selain itu Oka begitu sapaannya,  juga mengagumi seni, patung, eksterior dan interior, sehingga ia bercita-cita mempunyai sebuah karya sendiri berupa sebuah bangunan Monumen yang bisa dibanggakan dan tetap bertahan lama dari generasi ke generasi berikutnya.  Hal itu pula yang mendorong alumni SMAN 4 Semarang ini berhasil menjadi  wisudawan terbaik pada Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) prodi Arsitektur, dengan IPK 3,65.

Pria kelahiran Surakarta tanggal 7 November 1994 ini menulis skripsi yang berjudul “Pasar Burung di Semarang”. “Alasan saya memilih judul ini karena dari kecil memang sering diajak ayah ke pasar burung karena saya penggemar kompetisi kicau burung, nah dari situ saya jadi tertarik dengan kompetensi perburungan di Indonesia. Selanjutnya dari situ pula muncul ide untuk membuat rancangan baru bangunan pasar burung yang lebih baik dari segi desain dan lokasi di Semarang, harapannya semoga dapat bermanfaat bagi pedagang, penggemar, dan komunitas pasar burung, serta kemajuan potensi dunia perburungan Indonesia khususnya di kota Semarang” tutur Oka. Selain itu dalam membuat Proyek Akhir Arsitektur tentunya harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas, terutama para pedagang sebagai sarana kegiatan untuk menambah daya tarik wisatawan lokal maupun nasional, serta menambah wawasan masyarakat Semarang mengenai dunia hewan khususnya burung.

“Tentunya dalam proses pembuatan Proyek Akhir mesti ada suka dukanya lah, terutama masalah deadline, karena mahasiswa arsitek itu identik dengan lembur, jadi kita membuat tugas-tugas wajib di studio atau kampus secara fulltime. Tetapi disitulah saya tidak merasa stres karena diimbangi dengan kebersamaan dengan teman-teman yang saling bahu membahu dan menjadikan kita lebih akrab” jelas pria yang gemar memakai kacamata tersebut.

Kampus dengan penataannya hijau dan unik sehingga lebih betah untuk nongkrong-nongkrong sambil mengerjakan tugas mahasiswa merupakan alasan utama Lutgard Oka Adijati memilih Unika Soegijapranata untuk menempuh cita-citanya yang besar. “Kalau ada positifnya tentu ada negatifnya juga dong kuliah di Unika, tapi yang jelas banyak positifnya. Hanya saya berharap mungkin masih perlu ditambah program beasiswa, pengembangan kegiatan, dan seminar nasional maupun internasional di Unika, supaya kami sebagai mahasiswa yang haus akan ilmu dan kegiatan-kegiatan dapat terpuaskan” kata Oka saat ditemui oleh Kronik.

Mempunyai motto  “Tugas adalah nyawa” mempunyai arti sendiri bagi Oka, yaitu sebagai mahasiswa arsitektur ibarat gambar tidak boleh kotor, tertekuk, sobek atau terkena air, karena proses dan perjuangan untuk menghasilkan sebuah karya yang besar merupakan nyawa bagi kita.

“Pesan saya terhadap para mahasiswa yang masih kuliah : jadilah saudara untuk teman kita, saling bahu membahu, dan jangan menyerah dalam perjalanan di masa perkuliahan, supaya nantinya akan membentuk kita menjadi pribadi yang membanggakan banyak orang” pungkas Oka. (Adr)

Kategori: ,