Dosen Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata, Rotumiar Pasaribu memberikan motivasi kepada perempuan dalam Seminar Wise Woman di Social Canteen
Senin, 3 April 2017 | 10:07 WIB

SM 03_04_2017 Perempuan Bisa Lakukan

Perempuan Bisa Lakukan Banyak Peran

Ketimbang Hanya di Dapur

Dulu, kebebasan bagi perempuan sangat dibatasi. Perempuan tak memiliki kebebasan sebagaimana lakilaki, baik untuk mengenyam pendidikan, bekerja, bahkan untuk mengeluarkan pikiran maupun pendapat.

Budaya Patriarki yang didewakan masyarakat pada zaman dulu itu, akhirnya pun memaksa sebagian besar perempuan pada masa tersebut, hanya berkutat di urusan kasur dan dapur. Mengurus suami, serta anak.

”Dulu, perempuan tidak boleh bekerja maupun mengeluarkan pendapat. Harus lemah lembut, di dapur. Tapi sekarang, budaya Patriarki seperti itu sudah terkikis. Seperti kita ketahui, dulu, Ibu Kartini sudah menjadi pelopor untuk memperjuangkan kesetaraan hak perempuan dengan laki-laki,” ujar Dosen Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata, Rotumiar Pasaribu dalam seminar Wise Woman di Social Canteen yang digelar dalam rangka merayakan Hari Perempuan Internasional dan Hari Kartini, Jumat (31/3) sore.

Dalam seminar, Komisi Tetap Bidang Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang, Syanaz Nadiya Winanto Putri menegaskan, yang terpenting, bisa membagi waktu untuk bisnis dan urusan rumah tangga. Salah satu cara, dengan membuat skala prioritas. ”Kalau saya, pertama untuk Tuhan, kemudian kedua sebagai istri dan ibu rumah tangga. Ketiga untuk diri saya sendiri, dan selanjutnya baru untuk urusan sosial dan bisnis,” ujar dia.

Dalam membangun sebuah usaha atau bisnis, hal pertama yang harus dimiliki adalah passion. Passion merupakan suatu energi yang dapat membuat termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan senang hati, tanpa paksaan bahkan dengan suka rela mengerjakannya. (►Suara Merdeka 3 April 2017 hal. 18)

Kategori: