Do Your Best, Let God Do The Rest
Rabu, 26 April 2017 | 10:53 WIB

Pada wisuda periode ini, Fakultas Psikologi memiliki salah seorang wisudawati terbaiknya bernama Shabrina Aprillita Ismawan. Putri dari pasangan Fachri Ismawan dan Sri Kwantarina ini berhasil lulus sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,61, berkat judul skripsinya yaitu “Hubungan Antara Fear of Failure dengan Competitiveness pada siswa SMA kelas XI”. Shabrina tertarik mengambil judul skripsi ini karena sejak awal ia memang memiliki ketertarikan lebih terhadap pendidikan.

“Yang membuatku mengambil judul competitiveness atau daya saing karena aku melihat aspek tersebut sudah cukup langka ada di kalangan siswa SMA dan aku pribadi memang penasaran karena judul tersebut belum pernah diteliti,” tambah Shabrina terkait alasannya mengambil judul skripsi tersebut.

Selama 4 tahun berkuliah di Fakultas Psikologi, alumni SMA Negeri 6 Bekasi ini memiliki banyak pengalaman tak terlupakan. Ia memiliki banyak pengalaman organisasi, mulai dari menjadi anggota BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Psikologi, berdinamika sebagai reporter di buletin GEMBEL, dan menjadi ketua acara untuk pertama kalinya pada LKTD 2014. Dari semua pengalaman tersebut, pengalaman yang paling berkesan adalah ketika Shabrina dapat menjadi salah satu Beswan Djarum 2014/2015 dari 6 mahasiswa Unika Soegijapranata yang diterima. Ia memperoleh banyak manfaat ketika menjadi Beswan Djarum.

Selama penyusunan skripsinya, Shabrina bercerita bahwa ia memiliki pengalaman unik selama penyebaran angket. Ia mengambil subjek penelitiannya di Bekasi sehingga ia harus pergi dan pulang dari Semarang ke Bekasi untuk mengurus surat izin dan teknis penyebaran angketnya.

“Waktu itu aku sudah bekerja sebagai asisten anak di Pusat Psikologi Terapan Unika Soegijapranata dan aku sempat cuti 1 minggu untuk mengurus penyebaran angket. Ketika berada di Bekasi, aku sempat tidak bisa langsung melakukan penelitian karena guru yang membantu aku sedang absen. Aku panik karena waktu yang aku punya cuma 1 minggu dan tidak bisa diganti hari lagi. Beruntungnya besok aku bisa langsung menyebarkan angket dan dalam waktu empat hari semua berjalan lancar,”jelasnya.

Shabrina mengakui dirinya sebagai seorang prokrastinator, yaitu seseorang dengan perilaku menunda-nunda pekerjaan atau menunda melakukan sesuatu. Jadi tantangan terbesarnya adalah untuk menaklukkan kemalasan dari dirinya sendiri untuk menunda mengerjakan skripsi. Shabrina mengakui bahwa ia bersyukur karena ada banyak orang di sekitarnya yang tidak berhenti mendukungnya sehingga ia termotivasi untuk mengalahkan rasa malas itu dan dapat menyelesaikan studinya dengan segera.

Setelah menyelesaikan studinya, Shabrina berterimakasih kepada Eyang Kakung dan Eyang Putrinya yang selama 4 tahun ini menjadi sosok inspirasinya karena ia tinggal bersama mereka di Semarang. Mereka berdua menjadi teman diskusi, pemberi semangat dan motivator yang selalu mendukung dan memberi saran kapanpun ia membutuhkannya. Mereka adalah sosok panutan yang paling hebat menurut Shabrina. Selain itu, Shabrina ingin mengucapkan terimakasih kepada orang tua dan adik-adiknya atas dukungan mereka dari jauh. Tak lupa juga Shabrina berterimakasih kepada dosen pembimbing nya, Dra. R. A. Praharesti Eriany, M.Psi yang melalui bimbingannya Shabrina dapat melewati masa skripsi dengan baik. Beliau selalu memberi saran terbaik dan penuh perhatian kepada anak bimbingnya dan yang sering bercerita, menularkan semangat yang dimiliki.

“Ada satu quote yang selalu aku pegang. Tuhan selalu memberikan masalah satu paket dengan penyelesaiannya dan Tuhan juga tidak akan memberikan masalah atau kesulitan melebihi kemampuan umat-Nya. Jadi untuk teman-teman yang masih kuliah atau sedang skripsi dan merasa kesulitan atau merasa banyak hambatannya, tenang saja. Selama teman-teman melakukan yang terbaik, akan selalu ada jalan. Do your best, let God do the rest,” pungkasnya. (SF)

Kategori: ,