300 Mahasiswa KKU Unika Dampingi UMKM di Semarang
Kamis, 6 April 2017 | 11:39 WIB

Kuliah Kerja Usaha (KKU) adalah kegiatan pengabdian kepada masyarkat yang setara dengan KKN yang bertujuan untuk mendampingi dan mensukseskan usaha mikro dan kecil. Berkaitan dengan kegiatan KKU tersebut, Unika Soegijapranata pada hari Selasa (4/4) mengadakan upacara pemberangkatan mahasiswa peserta KKU periode II , semester genap, tahun akademik 2016/2017 di lapangan futsal Albertus.

Upacara pemberangkatan yang dipimpin oleh Dr. Augustina Sulastri ini secara resmi memberangkatkan 300 Mahasiswa yang nantinya akan mendampingi para pengusaha mikro dan kecil pada 7 lokasi di wilayah Kotamadya Semarang. Dalam sambutannya, Dr. Augustina  Sulastri selaku Wakil Rektor I bidang Akademik Unika Soegijapranata menjelaskan bahwa KKU adalah suatu program untuk menyiapkan mental mahasiswa terkait apa saja yang telah dipelajari mahasiswa selama 3 tahun, kemudian oleh universitas dicoba untuk diintegrasikan. KKU secara spesifik melayani kebutuhan pendampingan usaha mikro dan kecil, yang untuk KKU ini ada kurang lebih 100 mitra dampingan.

Upacara pemberangkatan KKU ini secara simbolik ditandai dengan adanya penyematan Jas Almamater Unika oleh Dr Augustina Sulastri  didampingi Prof. Andreas Lako sebagai Kepala LPPM Unika kepada 2 perwakilan mahasiswa. 300 mahasiswa tersebut nantinya akan diterjunkan di 7 lokasi yang berbeda beda , seperti : di Kecamatan GunungPati, Keluarahan Kemijen, Wilayah Sambiroto, Wilayah Krapyak, Kelurahan Tanjung Mas, Kelurahan Gisikdrono dan Yayasan Kuncup Mlati Gang Lombok.

KKU Besar Manfaatnya.

Prof Andreas Lako (Kepala LPPM) ketika ditemui wartawan seusai upacara, menjelaskan bahwa kegiatan KKU selama kurang lebih 2,5 bulan ini sangat besar manfaatnya yaitu selain untuk melatih jiwa wirausaha mahasiswa, KKU ini juga bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di perkotaan. “Orang Miskin tinggal di desa masih bisa hidup tapi orang miskin tinggal di kota tidak bisa hidup” ujar Prof. Andreas.

Dengan adanya motivasi dan pendampingan dari mahasiswa diharapkan usaha mikro dan kecil bisa berkembang / maju. Jika usaha tersebut sudah berkembang/ maju tentunya akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja baik itu yang penambahan karyawan maupun penyuplai bahan baku kebutuhan usaha. “Penyerapan tenaga kerja 1 atau 2 orang pun itu tidak masalah, yang penting sudah mengurangi angka pengangguran” tambah Prof. Andreas. (Hly)

Kategori: ,