Yosephine Adriana Widia Primastika: Penggemarnya Kakek-Kakek
Rabu, 29 Maret 2017 | 13:20 WIB

Yosephine Adriana WP (SHEILA LESTARI GIZA PUDRIANISA/JAWA POS RADAR SEMARANG)SUDAH hampir tiga tahun, Yosephine Adriana Widia Primastika menjadi penyiar Radio Thomson 106,8 FM Semarang. Ia meniti karir menjadi penyiar setelah lulus kuliah di Jurusan Teknologi Pangan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang.

”Waktu itu, ada lowongan di Radio Thomson, pas aku daftar kok ketrima. Seneng banget, apalagi waktu itu begitu lulus kuliah bisa langsung bekerja,” kata Tika—sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diakuinya, jurusan kuliah yang diambilnya tidak sesuai dengan pekerjaannya saat ini. Namun  bagi Tika  hal itu tak jadi soal.

Baginya, menjadi penyiar merupakan pekerjaan yang menyenangkan meski tidak mudah. Ia bisa memiliki banyak teman berbagai latar belakang, termasuk penggemar. Karena segmentasi radionya cenderung ke orang-orang tua, tak heran jika memiliki banyak penggemar yang berusia 60 tahun ke atas.

”Aku sering dicariin sama nenek-nenek atau kakek-kakek. Bahkan mereka sampai datengin ke tempatku siaran, karena pengin tahu aku yang mana? Aku sering dibawain makanan gitu, terus kita ngobrol panjang lebar deh,” tutur dara kelahiran 26 November 1991 ini sambil tersenyum.

Tika tak menampik, kerap dihantui rasa bosan lantaran hari libur pekerjaannya tidak sama dengan para pegawai pada umumnya. Untuk mengusir kebosanan, Tika kerap mengikuti wartawan terjun ke lapangan. Tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi ia dapat belajar dan merasakan secara langsung kondisi yang ada. Sehingga saat siaran, ia dapat bercerita sesuai dengan peristiwa yang dialaminya.

”Aku sering ikut wartawan kalau liputan. Dari situ aku tahu kayak apa kondisi lapangan. Jadi pas aku siaran, bisa dapet ruhnya buat disampein ke pendengar, gak sekadar ngomong aja. Dari situ, aku juga nulis beberapa artikel mengenai masyarakat yang hidupnya memprihatinkan, biar jadi masukan buat pemerintah,” katanya.

Ke depan, dara manis yang hobi makan salad buah ini ingin tetap menjadi penyiar hebat sekelas Indy Barends. Selain itu, ia ingin menerbitkan buku mengenai orang-orang terpinggirkan yang ditulisnya saat terjun ke lapangan. (►https://radarsemarang.com)

Kategori: