Tim Putri SMA Tri Tunggal Kembali Juarai SBL 2017
Selasa, 7 Maret 2017 | 11:38 WIB
SM 6_03_2017 Tim Putri SMA Tri Tunggal Kembali Juarai SBL 2017

Tim Putra Theresiana yang berhasil merebut trofi Juara Pertama Soegijapranata Basketball League (SBL) untuk pertama kalinya usai mengalahkan SMA Terang Bangsa di Sport Hall Kampus Unika Soegijapranata.

Tim putri SMA Tri Tunggal kembali menjuarai Soegijapranata Basketball League (SBL) 2017,  setelah mengalahkan SMA Karangturi. Sedangkan untuk putra, SMA Theresiana berhasil mengalahkan runner up tahun lalu tim SMA Terang Bangsa melalui pertandingan yang sengit.

Juara bertahan tim putri SMA Tri Tunggal tanpa kesulitan mengalahkan SMA Karangturi melalui dua pertandingan. Pertandingan pertama yang digelar pada 27 Februari, tim Putri SMA Tri Tunggal berhasil mengalahkan SMA Karangtuti
dengan skor 42-33. Sedangkan pertandingan kedua pada 28 Februari, tanpa kesulitan menang dengan skor telak 47-26.

Sementara tim putra SMA Theresiana, berhasil mengalahkan runner up tahun kemarin tim putra Terang Bangsa melalui pertandingan yang sengit. SMA Theresiana dipaksa harus memainkan pertandingan ketiga untuk memastikan gelar pertamanya.

Pada pertandingan pertama pada 27 Februari, SMA Theresiana terpaksa harus mengakui keunggulan SMA Terang Bangsa dengan skor 51-45. Melalui pertandingan yang ketat pertandingan kedua digelar pada 28 Februari, SMA Terang Bangsa harus menahan euforia meraih trofi juara setelah ditahan dengan skor 54-55 untuk SMA Theresiana.

Kejutan terjadi di pertandingan penentuan yang digelar pada 1 Maret, di mana SMA Theresiana berhasil membalikkan keadaan dan menang dengan skor 48-39. Sekaligus memaksa tim putra SMA Terang Bangsa pulang dengan kepala tertunduk. SMA Terang Bangsa untuk kedua kalinya gagal meraih juara di ajang SBL.

Ketua Panitia SBL 2017 Fransiscus Tommy Chrisnaldo menyatakan, kompetisi bola basket yang digelar oleh UKM Bola Basket Unika Soegijapranata, menggunakan final dengan sistem the best three. Sistem ini mengadopsi dari liga NBA yang menggunakan sistem the best seven.

“Mungkin sistem ini yang baru kami terapkan, saya melihat belum ada kompetisi lainnya yang diselenggarakan di Kota Semarang mau pun di Indonesia yang menggunakan sistem ini,” kata pria yang akrab disapa Tommy di Semarang.

Dengan sistem final the best three, kemenangan yang didapat suatu tim memang berdasarkan dari kemampuan skill dan mentalnya benar-benar teruji. Tidak ada istilah kemenangan karena faktor non teknis lainnya, faktor keberuntungan misalnya.

Penyerahan Piala oleh wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unika Soegijapranata Lita Widyo Hastuti SPsi Msi.
(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: