Teknik Sipil Unika Jalin Kerja Sama Dengan AMBI
Senin, 20 Maret 2017 | 9:25 WIB

IMG_8847Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata bekerjasama dengan Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) mengadakan “Roadshow Seminar Nasional Rancang Bangun Konstruksi Baja” diadakan pada Kamis (16/3) bertempat di Ruang Theater Gedung Thomas Aquinas. Adapun dalam acara tersebut turut menghadirkan narasumber Ir. Singgih Wasesa sebagai Chairman Steel Indonesia Institute dan Ristiara Guntur Nugraha sebagai Engineering Staff of Gunung Steel Construction. Kedua narasumber membawakan beberapa topik antara lain : mengenal lebih dekat rancang bangun konstruksi baja, pengenalan produk baja konstruksi, teknologi pelapisan anti karat, perkembangan peralatan kerja konstruksi, manajemen proyek atau manajemen mutu, standarisasi bangunan gedung dan jembatan. Dalam acara ini juga bersamaan dengan penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) antara Asosiasi Masyarakat Baja Indonesia (AMBI) dengan 22 Perguruan Tinggi dan rencana pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa Rancang Bangun Konstruksi Baja (UKM RBKB). Dalam seminar ini juga dihadiri oleh salah satu alumni Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Bagus Rilanto, S.T. yang saat ini bertugas di Layanan Perizinan Bangunan Dinas Tata Ruang Pemerintah Kota Semarang

“Saat ini AMBI bersama dengan Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) sedang melakukan riset suatu bentuk kapal nelayan yang biasanya terbuat dari kayu atau fiber namun saat ini sedang dicoba untuk dibuat menggunakan pelat baja datar. Program ini sendiri merupakan program yang diprakarsai oleh Kementerian Kelautan dengan mencoba membangun 3500 unit kapal yang akan disebar di seluruh Indonesia. Ketika kapal diproduksi secara besar-besaran dalam suatu tempat, tentunya muncul tanda tanya mengenai proses distribusi dari pabrik produksi menuju tempat-tempat yang membutuhkan. Akan tetapi, semua masalah tersebut saat ini telah memiliki solusi yaitu bahan baku yang telah diproduksi didistribusikan sebagai ­pre-engineering building yang akan mengalami  proses assembling di tempat-tempat yang dekat dengan pihak penerima kapal. Misalnya saja dari pihak AMBI bekerjasama dengan UKM RBKB Unika Soegijapranata untuk menghimpun beberapa bengkel yang sanggup untuk diajak bekerjasama. Beberapa pihak yang sanggup, akan dibina untuk cara-cara mengassembling kapal. Dari solusi yang ada telah menumbuhkan beberapa peluang kerja baru dan tentunya ini hanya dari industri kapal belum dari yang lainnya. Apabila hal ini benar-benar dijalankan, tugas dari AMBI hanya “mengamen” pada pihak kementerian dengan menunjukkan hasil berupa prototype yang telah dihasilkan oleh mahasiswa. Selama ini, pihak kementerian sendiri banyak membangun proyek baik dalam wujud jembatan maupun jalan, tentunya hal ini juga dibantu oleh dana CSR (Corporate Social Responsibility) dari perusahaan karena dana CSR sendiri merupakan dana yang tidak masuk dalam alokasi pajak dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam pemasukan perusahaan sehingga dapat disimpulkan dana CSR harus dihabiskan dan tentunya hal ini bisa menghemat anggaran daerah” ujar Singgih Wasesa.

Adapun dari pihak AMBI sendiri telah memfasilitasi mahasiswa dalam suatu forum online di www. infoambi.com untuk saling bertukar pikiran antar Mahasiswa Teknik Sipil se-Indonesia.

 “Baja merupakan produk jadi yang dihasilkan oleh pabrik sehingga dalam menangani baja, pekerja butuh ketelitian tinggi. Untuk itu, diperlukan tim engineering  yang kuat untuk mengolah baja dari input sampai output di lapangan. Jadi, untuk pemakaian bahan baja jangan lagi ada quality design. Jika di lapangan masih ada proses modifikasi berarti proyek yang dijalankan tidak sukses karena pemakaian baja sungguh menjaga quality dari baja tersebut. Baja sendiri membutuhkan ketelitian, jika ada salah proses misalnya salah drilling 2 mm dari posisi yang telah ditentukan maka seluruh bahan baja harus diganti 1 material. Saat ini banyak program yang dapat mendukung seperti SAP 2000, Auto CAD, Start pro, Midas, Lincoln, Ms. Tower, Auto CAD, Tekla Structure, BOCAD dan lainnya akan tetapi pesan saya jangan jadikan program tersebut sebagai yang utama karena kami mencari seorang engineer bukan seorang operator program dan sejatinya program-program tersebut hanyalah alat bantu” jelas Ristiara Guntur Nugraha. (Cal)

Kategori: ,