Seluruh PTS di Jateng Perkuat Kerja Sama
Selasa, 14 Maret 2017 | 7:55 WIB
PELANTIKAN PAGUYUBAN: Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof DYP Sugiharto melantik pengurus Paguyuban Pimpinan Bidang Akademik Para Perguruan Tinggi Swasta (PPBA-PTS) se Jateng di aula Kopertis VI Semarang, Jumat (10/3).(suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

PELANTIKAN PAGUYUBAN: Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof DYP Sugiharto melantik pengurus Paguyuban Pimpinan Bidang Akademik Para Perguruan Tinggi Swasta (PPBA-PTS) se Jateng di aula Kopertis VI Semarang, Jumat (10/3).

Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Jateng terus memperkuat jalinan kerja sama guna mengantisipasi berbagai perubahan regulasi yang sering terjadi. Jalinan kerja sama diwujudkan dengan membentuk Paguyuban Pimpinan Bidang Akademik Para Perguruan Tinggi Swasta (PPBA-PTS) se provinsi ini.

Pembentukan paguyuban ini dilakukan di kantor Kopertis Wilayah VI Bendan Dhuwur, Semarang, Jumat (10/3). Dalam kesempatan tersebut para Pimpinan dari 251 PTS yang ada di Jateng hadir. Terpilih sebagai Ketua adalah Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Ir H Muhamad Haddin MT.

Koordinator Kopertis Wilayah VI Jateng Prof DYP Sugiharto menyatakan, paguyuban ini berfungsi sebagai komunikasi dan koordinasi strategis antar PTS dan dengan pihaknya.

”Komunikasi dengan Kopertis khususnya tentang regulasi-regulasi Tri Dharma Perguruan Tinggi akan lebih efektif dan sering. Karena dalam konteks forum untuk pertemuan resmi antara Kopertis dengan pimpinan bidang akademik yang kami selenggarakan hanya satu tahun sekali dalam agenda rakor,” kata Prof DYP Sugiharto.

Ia menambahkan saat ini banyak regulasi-regulasi baru yang perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan sekaligus diimplementasikan. Tujuannya meningkatkan komunikasi agar mempercepat penerapan tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua PPBA-PTS Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Dr Ir Muhammad Haddin MT menyatakan, dengan adanya paguyuban ini antar sesama PTS bisa menyamakan persepsi dari regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti. Dalam mengimplementasikannya di lapangan sebelumnya bisa didiskusikan bersama-sama.

”Contoh PTS X sudah mendapat akreditasi A dan mempunyai pengalaman mendapatkan akreditasi tersebut maka yang B dan C dibagi pengalamannya supaya mendapat akreditasi yang sama,” jelasnya.

Tujuan selanjutnya, jelas dia, adalah menerapkan standar nasional perguruan tinggi sesuai Permenristekdikti karena PTS bervariasi tingkatannya. Terlebih, perguruan tinggi perannya sangat penting yaitu mendidik para pemimpin bangsa dan supaya mutunya sama sehingga tidak ada dikotomi negeri dan swasta.

”Melalui forum seperti ini kami saling berbagi mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat bahkan kelembagaan,” tambah Haddin.

Tingkatkan Mutu

Menurutnya saat ini kendala PTS banyak sekali karena tidak sama dengan perguruan tinggi negeri yang diberi semuanya sudah difasilitasi oleh pemerintah. Oleh karena itulah, jika PTS tidak meningkatkan mutu maka akan kalah bersaing dan akhirnya mati.

Selain itu, selama ini PTS terkesan input mahasiswanya bukan dari pilihan pertama tetapi pilihan kedua dan ketiga. Namun demikian, ia mengakui saat ini sudah banyak PTS yang menjadi pilihan pertama lulusan SMA.

”Bahkan, sudah ada PTS yang menyamai negeri akreditasinya contoh, Unika Soegijapranata karena keseriusannya” ungkapnya.

Wakil Rektor I Unika Soegijapranata mengatakan, paguyuban pimpinan bidang akademik ini sudah lama memang akan diresmikan.

”Kami sangat bersyukur, ini tidak sekadar membentuk paguyupan namun juga untuk ajang silaturahmi antar PTS se Jateng. Semua para pimpinan bidang akademik baik universitas, sekolah tinggi dan akademik semua berkumpul dan bisa menggendakan program,” jelasnya.

(http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: