Psikologi Unika Bentuk Unit Pusat Studi Narkoba
Jumat, 17 Maret 2017 | 8:04 WIB

CASFakultas Psikologi Unika Soegijapranata memulai suatu kegiatan baru di bidang klinis dan kesehatan. CAS (Center for Addiction Studies) merupakan salah satu unit Fakultas Psikologi yang terbentuk pada November 2016 lalu dan merupakan unit yang mempelajari khusus tentang adiksi. Unit ini dibawah naungan Wakil Dekan III Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata yang saat ini dijabat oleh Indra Dwi Purnomo, S.Psi, M.Psi.

Tujuan dari terbentuknya CAS di Fakultas Psikologi ini adalah untuk meningkatkan rasa empati mahasiswa kepada penanggulangan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, CAS diharapkan dapat membuat mahasiswa makin banyak terlibat dan belajar menangani korban adiksi narkoba, sebagai pengejawantahan ilmu  secara akademik yang merupakan fokus pengembangan di Fakultas. CAS juga dapat menjadi sarana mempersiapkan diri bagi mahasiswa untuk menekuni di bidang klinis dan kesehatan.

Unit CAS sendiri memiliki 3 divisi yaitu penelitian, education, dan servis. Divisi penelitian akan melakukan penelitian terkait narkoba, sedangkan divisi education akan berkunjung ke sekolah-sekolah dan lembaga masyarakat untuk melakukan edukasi terkait penyalahgunaan narkoba. Selain itu, divisi servis akan bekerja sama dengan BNN di bidang rehabilitasi, melakukan asesmen dan intervensi pada penyalahgunaan narkoba.

Sebagai unit kegiatan, CAS memiliki 11 orang personil yaitu 5 orang dari mahasiswa Magister (S2) dan 6 orang dari Mahasiswa Strata 1(S1). Disamping itu CAS juga memiliki 4 pionir yaitu Oda dan Wanda (S1) serta Prima dan Anggi (S2).

“Mereka sudah pernah memegang Sahabat Psikologi, kami tahu dan mengenal betul bagaimana mereka berorganisasi. Selain itu tim yang terdiri dari 11 orang ini telah terlatih melalui proses magang dan pembekalan yang cukup lama. Mereka mendapatkan pembekalan dari segi psikologis yaitu dari psikolog dan dokter. Mereka juga magang di Rumah Sakit Ketergantungan Obat dan Balai Rehabilitasi selama 1 minggu. Kemudian mereka juga menerima pembekalan dari segi hukum, yaitu pembekalan dari Polda, khususnya Direktorat Reserse Narkoba yang turut hadir. Jadi tim ini telah memenuhi syarat melalui pembekalan yang telah mereka terima,” ujar pak Indra ketika ditanya mengenai tim CAS.

Terkait rencana pengembangan dan kegiatan CAS ke depan, pak Indra menuturkan bahwa CAS akan mengadakan seminar dan workshop dengan mendatangkan pembicara dari Belanda yang sekaligus akan menjadi publikasi berdirinya CAS. Selain itu, di bidang edukasi, CAS berencana untuk membuat pusat informasi dan edukasi yang memungkinkan siswa-siswi yang datang ke Fakultas Psikologi untuk dapat memperoleh informasi bermanfaat terkait narkoba dan penyalahgunaannya. (SF)

Kategori: ,