Game Tech Unika Fasilitasi Bisnis Rintisan Mahasiswa dan Alumninya
Kamis, 2 Maret 2017 | 9:57 WIB
SM 2_02_2017 Game Tech Unika Fasilitasi Bisnis Rintisan Mahasiswa dan Alumninya

Beberapa mahasiswa yang serius menekuni produksi game sedang berada di ruang inkubasi yang disiapkan oleh Program Studi Game Technology Unika Soegijapranata Semarang. (dok)

Untuk mendukung dan sekaligus tanggungjawab kepada mahasiswa maupun lulusannya Program Studi Game Technology Unika Soegijapranata mendorong serta memfasilitasi berbagai bentuk kewirausahaan mahasiswa di bidang produksi game.

Kepala Program Studi Game Technology Dr Bernardinus Harnadi menyatakan, program S-1 Game Technology memiliki DNA kewirausahaan sejak dilahirkan. Pihaknya selalu mendukung kreatifitas mahasiswa dalam pengembangan talenta di bidang bisnis.

Sedangkan output game yang memilih bidang edukasi merupakan niatan jurusannya untuk mengambil bagian dalam pengembangan pendidikan melalui karya-karya game yang dihasilkan. Program S-1 Game Technology didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (saat itu) sejak awal pendiriannya.

Kementerian tersebut memberikan beasiswa unggulan kepada mahasiswa yang mendaftar pada jurusan tersebut. Pada awal dibukanya jurusan tersebut ada 26 mahasiswa mendapat beasiswa dari 46 mahasiswa yang mendaftar. Beasiswa diberikan hingga 2015 lalu.

“Kami selalu mendorong mahasiswa yang ingin menekuni usaha di bidang produksi game android, melakukan penggalian dana melalui iklan. Selain juga menawarkan pembuatan game untuk berbagai kepentingan,” kata Bernardinus di Semarang.

Dosen pembimbing biasanya membantu menstimulasi ide produk yang bisa ditawarkan kepada perusahaan. Juga menjembatani dengan klien yang propektif dan memberikan info berbagai jalur pemasaran termasuk bagaimana caranya agar iklan tertarik memasang di game tersebut.

Guna mempermudah, disiapkan ruang inkubasi bisnis yang dilengkapi dengan beberapa komputer. Proses pembuatan bahkan brainstorming terkait dengan ide, produksi, sampai dengan pemasaran dilakukan di sana. Bahkan beberapa dosen juga sering menyambangi untuk mengajak berdiskusi mengenai pengembangan bisnis dan prospek klien yang bisa dibidik.

Saat ini terdapat beberapa freelancer dan dua kelompok bisnis rintisan (start-up) yang berkarya melalui cara ini. Beberapa produk game yang diluncurkan melalui app store dapat dilihat melalui Google Play maupun Amazon App Store. Karya-karya aplikasi permainan dari SquarStudio seperti Froggie Jump dan Sky Jump Ninja dapat diunduh melalui http://bit.ly/squarstudio sedangkan karya-karya Raxeon seperti SahuRak? dan Tap o Sleep dapat diunduh melalui http://bit.ly/raxeonstudio.

Menurut Leocadia salah satu pendiri SquarStudio, dukungan kampus melalui penyediaan ruang inkubasi bisnis ini sangat membantu mereka yang belum mempunyai modal di awal namun memiliki tekad untuk berbisnis. Berkat dukungan tersebut, masalah permodalan dan biaya operasional tidak lagi dikhawatirkan sehingga dirinya bisa fokus untuk memperbanyak produksi.

Sedangkan menurut Andrew yang merupakan salah satu pendiri Raxeon, kesempatan dari kampus untuk magang di berbagai start-up Game telah membuka matanya untuk mengembangkan bisnis ini meskipun belum lulus. Dia berharap setelah lulus, bisnis yang dirintisnya makin dapat berkembang dengan dukungan lingkungan yang suportif di kampusnya.
(►http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: