Arsitektur Ditantang Bikin Desain Ramah Lingkungan
Senin, 20 Maret 2017 | 12:52 WIB

KR 18_03_2017 Aristektur Ditantang Bikin Desain Ramah LingkunganSeorang arsitektur saat ini dituntut kreatif dan inovatif dalam mendesain sebuah bangunan. Seringkali seorang arsitektur diremehkan banyak orang, karena dianggap tidak memiliki seni yang moderen dan berkemajuan.

“Saya sering melihat, kalau arsitektur diremehkan padahal karya mereka penting. Ada juga yang dianggap karyanya merusak estetika dan ini jangan sampai terjadi,” kata Yu Sing, Praktisi Arsitek Kondang didampingi Wijanarka MT salah satu dosen Arsitek Universitas Palangkaraya usai paparan dalam acara Seminar “Arsitektur Remeh Temeh” yang diadakan Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) di Unika, kemarin.

Seminar yang digelar di gedung Thomas Aquinas berkaitan dengan ajang “Best Of Studio 2017” mulai 13 – 15 Maret 2017 lalu menarik perhatian. Karena mahasiswa Unika selama ini juga dikenal dengan para arsiteknya yang terampil di Jateng.

Yu Sing mengatakan, arsitektur selama ini juga masih disayangkan adanya ketidakadilan dalam membuat karyanya. Karena cenderung 10 persen lebih melayani kalangan menengah ke atas, sedangkan 90 persennya kalangan menengah ke bawah yang belum terlayani dengan baik.

“Kalau bisa seorang arsitektur bisa melayani kalangan menengah ke bawah dengan cara tetap menjadi karya bangunan yang ramah lingkungan, ini juga masukan untuk mahasiswa FAD Unika,” pesan Yu Sing kini sudah sukses membuat buku “Design Rumah dengan Harga Murah” ini. Wijanarka menambahkan, sebagai akademisi arsitektur juga harus melakukan penggalian kearifan kampung-kampung yang telah berkembang. Sehingga hasilnya juga bisa menjadi bangunan kampung berbasis air. “Manfaat ini untuk menghadapi terjadinya rob,” pungkasnya. (►Jateng Pos 18 Maret 2017, hal. 3)

Kategori: