Organisasi Pencinta Alam Unika Bantu Korban Banjir
Selasa, 21 Februari 2017 | 16:14 WIB

SAR UNIKA4Sekitar 20 orang Relawan Unika turun dalam operasi SAR di Tempat Kejadian Bencana (TKB) banjir bandang, pada hari Rabu siang (15/2) yang melanda Perumahan Dinar Indah Blok 7, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang. Intensitas hujan yang tinggi menjadikan aliran sungai meluap, dan mengakibatkan jebolnya tanggul sementara yang baru di buat beberapa pekan lalu. Ketinggian banjir yang mencapai 2 meter membawa serta sampah dan lumpur sehingga melumpuhkan aktivitas warga Perum Dinar Indah. Ada sekitar 30 rumah terendam air bercampur lumpur dengan durasi sekitar 5 jam yang berakibat rusaknya peralatan rumah tangga milik warga.

Kelompok relawan ini merupakan gabungan dari tiga Organisasi Pecinta Alam (OPA) di bawah naungan Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yaitu WANACARAKA, MAHEPALA dan MAHUPA UNIKA. Berawal dari inisiatif bersama para relawan dari Unika Soegijapranata yang menyebut kelompoknya sebagai RELAWAN UNIKA, mengharapkan dukungan  dari Universitas untuk merealisasikan slogan Unika Soegijapranata yaitu “Talenta pro patria et humanitate”. Kelompok ini berangkat atas nama kemanusiaan dengan membawa nama harum Universitas untuk berperan dalam misi kemanusiaan. Relawan Unika keluar sebagai koordinator lapangan di Tempat Kejadian Bencana (TKB) sejak hari pertama Operasi SAR dibuka.

Dalam pelaksanaan  Operasi SAR tersebut “Kami selalu berkoordinasi langsung dengan Lurah setempat, juga RT dan RW. Semua yang bisa kami bantu akan kami bantu, recovery pasca bencana memang lebih sulit tapi ini tantangan” ungkap Fransiskus Andhika Putra sebagai koordinator relawan.

Tim Relawan Unika turun ke lapangan untuk membantu pembersihan lumpur hingga sampah pada saluran air, jalan, dan rumah-rumah warga. Tak hanya di lapangan, tim dibagi untuk memperkuat Dapur Umum dalam hal memasak, packing, hingga pendistribusian makanan dan keperluan pokok warga. Relawan Unika juga bersinergi dengan para Alumni Unika Soegijapranata, KKN UPGRIS Semarang yang terdiri dari beberapa personel, Ibu-Ibu FKK, perwakilan TAGANA, dan ORARI untuk memperkuat tim. Semua relawan berdinamika untuk satu misi kemanusiaan, “Meskipun sederhana tapi bermanfaat.” Imbuh salah satu relawan lain.(Melisa S)

Kategori: