Djoko Setijowarno : Overpass Manahan Jangan Lupakan Kearifan Lokal
Kamis, 9 Februari 2017 | 12:57 WIB

Rencana pembangunan jembatan layang (overpass) yang digadang-gadang Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Hal yang sama dilakukan oleh para pengamat transportasi tentang proyek infrastruktur ini.

Menurut pengamat transportasi Djoko Setijowarno, ada sejumlah item yang harus dimasukan ke dalam overpass itu karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Pertama adalah penyediaan fasilitas pejalan kaki serta pesepeda. Serta adanya unsur kearifan lokal dalam membangun jembatan tersebut.

Bahkan, staf pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata menuturkan, pihak swasta bisa berperan aktif dalam proses pembangunan jembatan itu.

"Selain dibangun overpass, perlu dilengkapi jembatan khusus pejalan kaki dan pesepeda di sisi luar over pass. Jembatan tersebut bisa dibangun pihak swasta dan dibuat lebih menarik dengan estetika yang mengadopsi kearifan lokal," katanya, Rabu 8 Februari 2017.

Secara pribadi Djoko sepakat bila overpass dibangun di atas perlintasan sebidang di Manahan itu. Mengingat tingkat kepada arus lalu lintas di kawasan ini cukup tinggi.

manahan-solo-overpass

Pada bagian lain, Ketua Komisi III DPRD Kota Surakarta, Honda Hendarto menyatakan, tanggung jawab pembangunan overpass Manahan ada di tangan Pemerintah Kota Surakarta. Peran pemerintah hanya membantu pada tahap pembuatan detail engineering design (DED) proyek. Apalagi perencanaan pembangunan overpass sudah dikaji sejak era Ignasius Jonan memegang tampuk pimpinan di Kementeri Perhubungan.

Pembangunan overpass diperkirakan akan menyedot anggaran dari APBD Surakarta hingga mencapai Rp 31 miliar. Berdasarkan sketsa, overpass terlihat membentang di atas perlintasan rel kereta api (KA). Bangunan dari selatan di mulai dar Jalan Moewardi (Kota Barat). Sementara di sisi utara jembatan nanti akan mengarah ke arah barat Jalan Adi Sucipto dan timur Jalan MT Haryono. (►http://www.wartosolo.com)

Kategori: