Video Marketing Menjadi Sangat Penting
Senin, 16 Januari 2017 | 10:03 WIB

SM 16_01_2017 Video Marketing Menjadi Sangat Penting

Penggunaan video dalam pemasaran barang dan jasa ke depan akan menjadi sangat penting. Hal itu harus disadari oleh pelaku usaha atau pemasaran mulai sekarang.

Praktisi teknologi informasi Dr Ridwan Sanjaya mengatakan dua tahun terakhir pengguna internet di Indonesia meningkat tajam dari semula 78 juta pada akhir 2015 menjadi 132 juta pada pertengahan tahun lalu.

Peningkatan itu tak terlepas dari kemudahan akses internet dan peningkatan jumlah pengguna ponsel pintar. ‘’Sebagian besar akses internet saat ini berasal dari perangkat bergerak.

Akses informasi bukan hanya berupa teks, melainkan juga video. Bahkan, setengah penonton Youtube berasal dari pengguna ponsel. Video akan menjadi konten paling menarik secara online,’’ tutur dia pada workshop ‘’Integrated Digital Marketing via YouTube’’ yang diselenggarakan Edukadin Jateng, pekan lalu.

Menurut dia, penggunaan video dalam pemasaran barang dan jasa menjadi sangat penting dalam beberapa tahun ke depan. Namun, karena media yang digunakan adalah media sosial, implementasinya tidak sama dengan video konvensional.

Mengambil Hati

‘’Sebagian besar masyarakat pengguna media sosial mengunggah konten video di YouTube dengan durasi kurang dari satu menit. Video yang singkat namun menarik akan mampu mengambil hati konsumen,’’ tegas Ridwan.

Meski begitu, lanjut dia, konsep video juga harus disiapkan agar penonton bukan hanya merasa membuka profil perusahaan, melainkan juga mendapatkan manfaat dari aktivitasnya menonton video. Dosen Sistem Informasi Unika Soegijapranata itu memberikan tips mempersiapkan konten video yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selain itu, menghubungkan ke media sosial lain yang sedang menjadi pada tren saat ini. Beberapa media tersebut seringkali tidak terduga manfaatnya ketika diintegrasikan dengan video pemasaran.

Ridwan menyampaikan video pemasaran tidak hanya menyampaikan pesan bisnis, tetapi juga mengedukasi atau mengibur masyarakat yang menonton. Pendapatan dari video bisa menjadi tolok ukur kesuksesan. (suaramerdeka.com , Suara Merdeka 16 Januari 2017, hal. 5)

Kategori: ,