Susun Peradaban di Kancah Global
Selasa, 10 Januari 2017 | 10:10 WIB

SM 10_01_2017 SUSUN PERADABAN di kancah global
UNIVERSITAS Katolik (Unika) Soegijapranata menyadari posisinya sebagai bagian dari masyarakat akademi internasional. Nilai-nilai luhur ajaran Monsinyur Albertus Soegijpranata ikut dibangun seiring dengan perjalanan panjang transformasi keilmuan.

Mendasari prinsip mempersembahkan talenta terbaik untuk bangsa, negara, dan kemanusiaan, dibangun model perkuliahan yang bercorak memadukan nilai religius, keadilan, dan kejujuran. Talenta Pro Patria Et Humanitate.

Namun tak puas berhenti pada terminologi itu, kehendak mewamai percaturan global terus menyeruak.

"Di tengah kritik terhadap kineija pendidikan tinggi Indonesia yang masih berada di bawah negara lain, bahkan di kawasan ASEAN, temyata dapat disaksikan banyak lulusan perguruan tinggi di Tanah Air yang berkarir cemerlang di mancanegara," tutur Rektor Unika Soegijpranata Prof Dr Budi Widianarko, kemarin.

Fakta itu didukung oleh bukti alumni kampus Unika Soegijapranata. Mereka melenggang ke berbagai belahan bumi meneguhkan beragam keilmuan. Kaum diaspora lulusan tempat itu kini menjadi bagian dari mozaik kaum intelektual yang kiprahnya mewarnai dunia. Mereka memiliki akar keilmuan yang terbingkai tradisi ketimuran; sopan, santun, ulet, dan religius.

Berbicara soal moral, pondasi keimanan yang ditebarkan rohaniwan Monsinyur Soegijapranata kuat memengaruhi karakter dan mental civitas academica. Firman Tuhan pun memperkokoh basis pemikiran, berdampingan dengan kompetensi akademik yang dimiliki.

Wakil Rektor IV Dr Ridwan Sanjaya ingin membuktikan alumninya yang bertebaran di korporasi berlabel dunia. Dia menyodorkan nama sebagian kaum diaspora asal kampus itu.

Buka Wawasan
Lulusan Teknologi Pangan, Ivan Hidayat, misalnya, kini menempati posisi business development manager industri food ingredients terkemuka Singapura. Juga Paulus Ricky dan Stanislaus Ivan, lulusan ilmu komputer yang kini berada pada level assistant manager programer analyst di Tesla Consulting Pte, juga di Negeri Singa.

Benedicta Budi Utami, tenaga ahli pemanfaatan energi air perusahaan AS di Norwegia, Sweco Norge Corp. Ada pula Kukuh VGW yang kini menjadi talent art pada Holland America Line di New York.

Lalu, Binsar Halomoan Sihalolo, multilingual support di Bayview Technologies Inc Filipina. Data yang disodorkan hanya beberapa dari kaum diaspora kampus itu yang kini melanglang jagat.

Suasana intemasional yang dibangun melalui 70 kerja sama ikut membuka wawasan para generasi muda. Mereka tidak lagi canggung mengambil keputusan di berbagai belahan bumi selayaknya di negeri sendiri.

Budi Widianarko bahkan mendapati gambaran menarik dari salah seorang lulusannya yang semula berkiprah di level regional. Semula mengawali karier selama 10 tahun di Pati, sampai akhirnya perusahaan multinasional di Petaling Jaya Malaysia tertarik mengakuisisi menjadi factory manager yang membawahi lebih dari 2.000 karyawan.

Beragam contoh itu menunjukkan masyarakat kampus Unika bukan hanya menjadi pelancong akademik ketika bepergian ke negara orang. Lebih dari itu, mereka ikut melengkapi kepingan warga dunia untuk menyusun peradaban esok yang lebih baik. (http://berita.suaramerdeka.com, Suara Merdeka 10 Januari 2017)

Kategori: ,