KKN Tematik Unika Mendapat Dana Hibah Pemprov Jawa Tengah
Jumat, 13 Januari 2017 | 8:48 WIB
SM 12_01_2017 KKN Tematik Unika Mendapat Dana Hibah Pemprov Jawa Tengah

Pelepasan mahasiswa program KKN Unika Soegijapranata periode Januari-Februari 2017 di selasar Gedung Thomas Aquinas kampus setempat, Kamis (12/1).

Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata melepas 109 mahasiswa yang akan melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Mahasiswa yang berjumlah 109 itu dilepas oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unika Soegijapranata Prof Dr Andreas Lako.

Prof Dr Andreas Lako menyatakan, mahasiswa yang mengikuti program KKN pada periode Januari-Februari 2017 selama 21 ini akan melaksanakan program-program sesuai tema LPPM yaitu “Pengentasan Kemiskinan dan Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Pedesaan.” Mahasiswa yang menjalani program KKN kali ini dibagi dalam 18 kelompok dan akan melaksanakan program di empat Desa di Kecamatan Gubug, Desa Glapan, Mlilir, Genggangtani dan Penadaran.

“Dalam pelaksanaan KKN periode ini LPPM mendapatkan dana hibah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 100 juta. Dana ini akan difokuskan pada program infrastruktur sesuai dengan tema KKN kami,” kata Andreas Lako usai melepas mahasiswa KKN di selasar Gedung Thomas Aquinas kampus setempat, Kamis (12/1).

Program KKN yang sejalan dengan program LPPM dedikasikan untuk mendukung program pemerintah Provinsi Jawa Tengah sambungnya, dalam hal pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup. Pertama adalah penelitian dan pengabdian yang terkait dengan program KKN yang menyentuh masyarakat miskin secara langsung.

“Kedua program-program yang terkait dengan ketahanan pangan kemudian berikutnya adalah infrastruktur. Keempat pengembangan ekonomi kreatif dalam hal ini mengembangkan seni budaya dan UMKM. Kelima tujuannya adalah merubah cara pandang masyarakat di tempat KKN mengenai pendidikan,” tuturnya.

Diharapkan dengan kehadiran mahasiswa KKN dapat merubah cara pandang masyarakat terhadap pendidikan yang selama ini merasa cukup ketika sudah lulus dari pendidikan menengah. Mahasiswa masuk dan membuat program lanjutnya, membuat program-program sehingga memengaruhi anak-anak di lokasi KKN merubah paradigmanya dan ingin sekolah lebih tinggi.

Sebelum menjalani program KKN dengan Live In di desa selama 21 hari, sebelumnya mahasiswa melakukan observasi selama 10 hari untuk merancang program-program apa saja yang akan dilakukan.

Sementara Kepala Pusat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat LPPM Unika Soegijapranata Rudi Elyadi menyatakan, dana hibah dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 100 juta akan digunakan untuk melaksanakan program infrastruktur. Di antaranya proyek MCK di masjid di Desa Mlilir, pipanisasi di Desa Glapan, bak tower di Desa Genggangtani dan jalan desa di Penadaran.

“Rata-rata proyek infrastruktur melengkapi fasilitas yang sudah ada. Misalnya proyek bak tower di Desa Genggangtani ini untuk melengkapi sumur artetis yang sudah dibangun oleh pemerintah desa mengatasi kekeringan,” papar Rudi.

Sedangkan dana dari mahasiswa difokuskan untuk pemberdayaan masyarakat, diantaranya untuk edukasi masyarakat di bidang industri rumah tangga agar bisa berkembang lebih baik. Juga di dunia pendidikan untuk memberikan pembelajaran dan motivasi kepada anak-anak serta tim building untuk karang taruna setempat. Mengingat program KKN diikuti mahasiswa dari berbagai latar belakang fakultas. (http://berita.suaramerdeka.com)

Kategori: