Doktor Baru Unika Selesaikan Studi di Assumption University
Senin, 23 Januari 2017 | 15:58 WIB

Pak Berdi 2“Banyaklah berbuat kebaikan karena kemudahan akan selalu datang” begitulah motto yang ia pegang selama menjalani pendidikan dimana terlihat dari kisahnya ia mencoba untuk berbuat dan terus meng-explore  ilmunya hingga benar-benat bermanfaat. Menurutnya, sebagai seorang pelajar ia hanya berpesan untuk tidak mudah menyerah pada pendidikan.

Berdi, biasa ia dipanggil merupakan singkatan dari nama aslinya Bernardinus Harnadi Ph.D. Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai salah satu staf dosen Progdi Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang.

Sejak tahun 1994, selepas lulus dari Fakultas Teknik Elektro Universitas Diponegoro Semarang, ia langsung mengajar di Fakultas Teknik Elektro Unika Soegijapranata. Tahun 1996, keinginannya pun menguat untuk meneruskan pendidikan ke strata yang lebih tinggi yaitu Strata-2 atau Magister. Ia memilih untuk mendalami Magister Teknik Elektro  dengan spesialisasi bidang komputasi di Universitas Gajahmada, Yogyakarta.  Bidang komputasi yang menjadi spesialisasinya, hampir memiliki kesamaan dengan ilmu informatika saat ini misalnya mempelajari tentang pemograman komputer. Menurutnya, ilmu elektro yang terlalu luas dapat menjadi induk berbagai macam ilmu, salah satunya informatika.

“Dalam perkembangannya, ilmu elektro yang sangat erat sebagai ilmu engineering berinduk dari ilmu fisika dan matematika mengalami spesialisasi. Saya sendiri menyebut ilmu elektro sebagai “hutan belantara” dikarenakan ilmu elektro yang terlalu luas. Bidang studi elektro terbagi menjadi 2 kelompok besar : arus kuat (mempelajari tentang tegangan tinggi) dan arus lemah. Dengan adanya komputer, ilmu elektro terbagi menjadi ilmu komputer. Jadi secara keseluruhan, penggolongan pengembangan ilmu elektro meliputi : arus kuat, arus lemah, elektronika, komputasi dan ilmu informatika, telekomunikasi. Maka pada awalnya, banyak perguruan tinggi yang baru membuka teknik informatika, rata-rata dosennya berasal dari lulusan teknik elektro dan lulusan matematika” jelas Berdi

“Di Teknik Elektro UGM, ada 3 pengkhususan yaitu arus kuat, sistem elektronika, komputasi. Jadi sewaktu saya hampir selesai, saya diminta untuk terkonsentrasi pada satu bidang pengkhususan dan saya memilih bidang komputasi yang banyak berkutat dengan software komputer” tutur Berdi.

Sewaktu periode 90-an, ilmu teknik informatika belum diajarkan di tingkat universitas. Seiring dengan perkembangan zaman, Pak Berdi melihat perlunya pengembangan dan pemfokusan ilmu mengikuti perkembangan zaman sehingga ia memilih untuk lebih memperdalam bidang komputasi.

Setelah menyelesaikan studi magisternya, ia kembali mengajar sebagai dosen Teknik Elektro Unika Soegijapranata sampai dengan tahun 2011. Pada tahun 2011, beberapa dosen Teknik Elektro bersama dengan Dr. Ridwan Sanjaya mendirikan progdi baru sistem informasi salah satunya Pak Berdi. September 2014, Pak Berdi memutuskan untuk menempuh pendidikan doktor bidang Information Technology di Assumption University Thailand dan tepat 2 tahun kemudian (September, 2016), Pak Berdi berhasil menyelesaikan pendidikan di strata doktoral.

Awalnya, tidak terlintas dalam benak Pak Berdi untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih lanjut (pendidikan tingkat doktoral), kemudian datang tawaran dari Bapak Ridwan Sanjaya (Wakil Rektor  I Unika saat itu) untuk melanjutkan sekolah di Assumption University Thailand. Tawaran itu akhirnya diterima oleh Pak Berdi karena memang Pak Berdi tertarik dengan Thailand. Selama menempuh pendidikan di Negeri Gajah Putih, ia dibiayai oleh Beasiswa BPPLN (Beasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Luar Negeri )yang diadakan oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi) atau yang sekarang bernama BUDI LN(Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri) yang diselenggarakan oleh DIKTI juga.

Dalam mengambil tugas akhir strata doktoral, Pak Berdi mengambil judul “The Study of Behavioral Intention to Play Online Games In Indonesia UTAUT Model with Perceived Enjoyment and Flow”. Pada disertasi yang ia ajukan, ia meneliti dengan maksud untuk memprediksi kebiasaan para pemain game online (gamer) menurut beberapa penggolongan yaitu gender, usia, pengalaman bermain game online.

“Untuk penelitian yang saya lakukan, saya membangun model untuk meneliti perilaku para gamer dalam bermain game online atau perilaku para gamer dalam mengadopsi teknologi game online. Karena sebenarnya, begitu mereka bermain, mereka sebenarnya sedang memainkan teknologi, teknologi itulah yang menjadi bagian dari ilmu saya. Jadi kalau dalam ranah doktoral, pendidikan bersifat multidisiplin dan penelitian saya ini menyinggung tidak hanya ranah teknologi tapi juga dari sisi psikologi” tutur Berdi.

Ia pun menuturkan, penelitian yang ia lakukan ini sangat bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat terutama pada empat lapisan masyarakat : misalnya saja bagi game developer, dimana penelitian yang ia lakukan dapat menjadi sumber informasi dalam perancangan sebuah game dengan mempertimbangkan 3 unsur (gender, usia, pengalaman bermain game online). Selain itu bagi pemerintah, penelitian yang ia lakukan dapat memberikan informasi mengenai faktor yang dapat meningkatkan adopsi game technology yang membangkitkan peluang terciptanya suatu ekonomi kreatif. Adapula, bagi para orangtua yang khawatir mengenai anaknya yang memiliki minat tinggi dalam bermain game, penelitian yang ia lakukan diharapkan dapat mengubah mindset  para orangtua bahwa game tidak selamanya membawa efek negatif

Hasil penelitian yang Pak Berdi lakukan telah dimuat ke dalam jurnal dan telah dipublikasikan di tingkat internasional antara lain di IGI (Amerika Serikat), Konferensi AEEE (konsorsium untuk ilmu elektronika dan informatika) di Balikpapan. Selain itu, dalam mempublikasikan jurnal hasil penelitiannya, ia juga mengikuti “2016 2nd International Conference on Science in Information Technology (ICSITech)” di Balikpapan, Indonesia. (Cal)

Kategori: ,