Dibantu Dinas Pendidikan Jateng Hibah Rp 100 Juta: 109 Mahasiswa Unika Laksanakan KKN Tematik Pengentasan Kemiskinan di Grobogan
Kamis, 12 Januari 2017 | 22:03 WIB
Kampussemarang 12_012017 Dibantu Dinas Pendidikan Jateng Hibah Rp 100 Juta- 109 Mahasiswa Unika Laksanakan KKN Tematik Pengentasan Kemiskinan di Grobogan

Kepala LPPM Unika Prof Dr Andreas Lako MSi saat memaikan jaket KKN pada perwakilan mahasiswa (ks-02)

Sebanyak 109 mahasiswa berbagai program studi yang ada di Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mulai 12 Januari 2017 sampai sekitar sebulan ke depan menjalani praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 4 Desa Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan.

Oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang Prof Dr Andreas Lako Msi dan Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika Rudy Elyadi SE MM, peserta KKN ini dilepas di selasar Gedung Thomas Aquinas kampus Unika di kawasan Bendan Duwur Semarang, Kamis (12/01/2017). Penglepasan ditandai dengan Kepala LPPM Unika yang secara simbolik memaikan jas KKN pada para mahasiswa.

“Peserta KKN periode awal tahun memang relatif lebih sedikit dibanding pertengahan tahun yang biasanya mencapai di atas 400-an mahasiswa. KKN periode ini, LPPM Unika mendapatkan dana hibah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng sebesar Rp 100 juta. Dana akan difokuskan pada program-program infra struktur di antaranya pembangunan MCK, pipanisasi bak tower karena daerah ini, dan jalan dusun. Sedangkan dana dari mahasiswa difokuskan pada program program pemberdayaan masyarakat seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi kreatif, program pendidikan, dan pelestarian lingkungan” ujar Prof Andreas Lako.

Menurut Prof Andreas Lako, dana hibah dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng tidak cukup untuk menjalankan semua program KKN di Grobogan ini, sifatnya hanya sebagai stimulus. Sehingga Pemkab Grobogan bersama masyarakat setempat akan berupaya mencari dana pendamping untuk kegiatan infrastruktur di desa desa mereka. Unika berharap mahasisa bisa mewujudkan pembangunan infrastruktur di desa lewat KKN tematik pengentasan kemiskinan ini.

“Selain itu KKN penting bagi mahasiswa sebagai pembentukan karakter, latihan kepemimpinan, belajar dari masyarakat. LPPM Unika mencanangkan dua program dalam KKN tematik ini yaitu pengentasan kemiskinan (seperti lewat pembangunan infrastruktur dan pengembangan UMKM) serta peningkatan kualitas hidup. Dua program utama ini di-breakdown menjadi 6 program yang dijalankan mahasiswa dan dosen meliputi pengentasan kemiskinan langsung pada masyarakat miskin, ketahanan pangan, penguatan infrastruktur, pengembangan ekonomi kreatif UMKM, program pendidikan dan pelestarian lingkungan” ujar Prof Dr Andreas Lako MSi.

Sementara itu Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) Unika Rudy Elyadi SE MM menyatakan 4 desa pengabdian di kecamatan Gubug meliputi desa Glapan, desa Milir, desa Genggangtani, dan desa Penadaran. Pemberdayaan masing-masing desa bisajadi tidak sama karena disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan desa. Mereka sebelum tinggal di desa KKN (live in), para mahasiswa sebelumnya sudah melakukan survey sekitar semingguan sehingga diharapkan saat sudah tinggal di sana sudah bisa langsung melaksanakan program program kerjanya. (ks-2)

Peserta KKN Unika Soegijapranata (ks-02)

Kepala LPPM Unika Prof Dr Andreas Lako MSi saat memimpin upacara penglepsan KKN (ks-02)

Kepala LPPM Unika Prof Dr Andreas Lako MSi saat memaikan jaket KKN pada perwakilan mahasiswa (ks-02)

Kategori: