Tidak Melepas Setiap Kesempatan Yang Ada
Kamis, 15 Desember 2016 | 12:19 WIB

clevyraClevyra Loisa Wangsajaya berhasil menjadi wisudawan terbaik dari Fakultas Hukum dan Komunikasi Program Studi Ilmu Hukum. Putri dari Liontoro Wangsadjaja yang merupakan alumni dari SMA Krista Mitra, Semarang berhasil lulus dengan skripsinya yang berjudul “The Implementation of Legal System and Women Strategy on Legacy Distribution : Study of Chinese-Indonesian Women in Semarang”. Alasan ia mengambil skripsi tersebut karena ia punya perhatian yang besar untuk hak asasi dan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Selama menuntut ilmu di Unika Soegijapranata, ada banyak pengalaman seperti pengalaman berorganisasi, berkompetisi dan pengalaman internasional yang bisa ia dapatkan. Selama 4 tahun, ia merasa bahwa Unika merupakan tempat ia dapat tumbuh dan beraktivitas, mulai dari kuliah di Gedung Antonius, mencari parkir di Gedung Henricus Constant dan merasakan ramainya kantin Gedung Thomas Aquinas hingga dapat berdinamika di International Office.

Clevyra juga berpartisipasi dalam International Humanitarian Law Moot Court Competition yang diadakan Sabtu (3/12) di Gedung Antonius Unika Soegijapranata. Ketika menerima permintaan untuk mengikuti acara tersebut, ada banyak orang yang bertanya mengapa Clevyra masih mau mengikuti lomba meskipun hampir lulus. Tetapi Clevyra berpikir untuk mengambil setiap kesempatan yang ada. Ia melihat dirinya sebagai seorang pembelajar seumur hidup sehingga ia akan selalu bersemangat untuk belajar lebih banyak dari pengalaman yang bisa ia dapatkan.

“I will not have that anymore next year. Well, somehow, without realizing it, I would miss it,” ujarnya untuk mengungkapkan betapa berkesannya seluruh pengalaman yang ia rasakan selama berkuliah di Unika. Ia tidak akan merasakan pengalaman yang sama di tahun yang akan datang dan ia akan merindukan semua pengalaman yang ia dapatkan di Unika.

Clevyra berpesan pada teman-teman yang masih kuliah agar bersyukur karena kita beruntung dapat menempuh pendidikan. “A girl in Taliban was shoot for pursuing education. Malala Yousafzai is only one example of so many children who are deprived of education. How lucky we are to be able to study now. It is platitude, yet so true that Nelson Mandela says education is the most powerful weapon we can use to change the world. So, be thankful! Grab every chances you get! And spread your wings!” (SF)

Kategori: ,