Perguruan Tinggi Bukan Satu-satunya Pemegang Monopoli Ilmu Pengetahuan
Selasa, 20 Desember 2016 | 15:16 WIB

pidato-rektor-unika“Apa yang terjadi sekarang ini merupakan buah dari demokrasi, yang meliputi 2 hal yaitu buah yang pahit, seperti yang dialami saat ini misalnya dimana sosial media dipakai untuk memuat informasi yang tidak akurat bahkan cenderung menyesatkan. Ada pula buah yang manis salah satunya adalah ‘demokrasi pengetahuan’ yang bukan lagi monopoli para ilmuwan, hal ini terwujud dari realitas saat ini dimana pengetahuan yang terpublikasikan bukan oleh pakar-pakar yang resmi melainkan berasal dari ‘Pakar Warga’. Dari fenomena inilah dapat di lihat bahwa pengetahuan telah terdistribusi ke lingkungan masyarakat dengan baik dan perguruan tinggi bukan satu-satunya pemegang monopoli ilmu pengetahuan“ jelas Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko, M.Sc selaku Rektor Unika Soegijapranata sesaat sebelum acara Wisuda periode III tahun 2016 Unika Soegijapranata.

Selain itu, dari fenomena tersebut pemerintah diharapkan mulai menyadari mengenai persebaran pengetahuan di masyarakat. Sedang pengetahuan yang tersedia sendiri juga sangat beragam mulai dari yang paling simpel sampai dengan paling kompleks semua sudah tersedia, sehingga saat ini tergantung bagaimana setiap individu menyikapi akan kehadiran beragam pengetahuan tersebut. Begitu pula, dengan peran perguruan tinggi saat ini dimana tidak hanya sekedar memberikam pengetahuan tapi juga membina setiap individu dalam menyikapi akan kehadiran pengetahuan tersebut.

“Saat ini pemerintah dalam menjalankan tugasnya juga tidak hanya mengandalkan sistem birokrasi semata tapi juga dipadukan dengan dunia gadget, misalnya saja dengan dibukanya sistem aduan warga via online, seperti contoh di Singapura ada suatu acara Focus Group Discussion dan workshop yang diadakan setiap hari dan dihadiri oleh warga. Yang sangat mengherankan masyarakat berbondong-bondong menghadiri acara tersebut setiap harinya dan mereka memiliki satu motivasi yang sama yaitu mereka merasa memiliki kota Singapura dan ingin membawa perubahan yang lebih baik lagi bagi Singapura” papar Prof. Budi.

“Seluruh warga dunia harus berpartisipasi dalam membangun komunitas dalam konteks demokrasi ilmu pengetahuan karena hal tersebut merupakan jantung demokrasi ilmu pengetahuan” pungkas Prof Budi.

Wisuda periode III Desember 2016 diadakan pada Sabtu (17/10) bertempat di ruang auditorium  Gedung Albertus lantai 3, Unika Soegijapranata. (Cal)

Kategori: ,