Kualitas Menjadi Sesuatu Yang Mandatory
Kamis, 22 Desember 2016 | 19:18 WIB

prof-rollyProf. Rolly hadir di Unika Soegijapranata untuk berbagi cerita mengenai kisah suksesnya dalam mengelola Universitas Kristen Petra dalam Ceramah “Pengelolaan Perguruan Tinggi” pada hari Senin (19/12) bertempat di Ruang Seminar Gedung Henricus Constant B.

“Pembangunan kualitas SDM di Petra telah ada sehingga fungsi rektor hanyalah bagaimana menjaga iklim supaya tetap kondusif dan memberikan satu ruang dimana teman-teman bisa berkarya dengan penuh sukacita dan barangkali salah satu fungsi rektor diibaratkan seperti daging dalam hamburger yang mendapat tekanan dari atasan dan bawahan, bagaimana seorang rektor bisa merelasikan universitas dengan pihak yayasan. Kita sendiri sudah banyak belajar bahwa perguruan tinggi bisa hancur bukan karena tantangan dari luar, justru tantangan dari luar yang semakin menguatkan dan mempersatukan. Dan sebaliknya tantangan dari dalam itulah yang bisa membuat perguruan tinggi hancur,” jelas Prof Rolly.

Menurut Prof. Rolly kunci suksesnya adalah apabila seseorang mempunyai management dan leadership  yang baik. Ada perbedaan antara manager dan leadership, manager lebih banyak mengelola benda mati (uang, resources, waktu) sedangkan leadership lebih banyak mengelola mengenai manusia. Hal lain yang perlu diingat, kita memang harus mengatur budget, resources, planning waktu tapi kita juga butuh teamwork, dan teamwork merupakan fungsi utama seorang leader. Selain itu, Prof. Rolly juga mengungkapkan bahwa saat akreditasi, asessor penguji juga menanyakan pada para mahasiswa dan civitas akademika mengenai value yang dicanangkan oleh Universitas Kristen Petra sehingga value yang memuat visi dan misi haruslah dipersingkat agar civitas akademika lebih mudah dalam mengenal. Selain itu, dari value tersebut juga ada artinya yang terus didiskusikan dan disambungkan dalam berbagai seminar.

“Dalam membangun apa yang dimaksud dengan kredibilitas bukan dalam jangka pendek 1 tahun melainkan proses dalam jangka panjang. Akan tetapi, untuk menghancurkan kredibilitas tersebut bisa dalam waktu  yang singkat. Untuk itu, ketika kita sudah mulai mendapat label kredibel harus diikuti dengan responsibility yang bagus. Selain itu, universitas yang bagus, dalam pemakaian anggaran dari mahasiswa tidak melebihi 30% untuk budget university. Selain itu, universitas juga harus didukung dengan excellent facility misalnya saja sport center; student center; Inter-related building (setiap bangunan harus  memiliki koneksi satu dengan yang lain supaya memudahkan mahasiswa untuk mengakses antar gedung); branding image improvement (memiliki website universitas yang multi language misal Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin)” tegas Prof. Rolly.

“Pada tahun 1986, Universitas Petra memunculkan tagline “Small is Beautiful“, tapi banyak orang mencibir sebagai salah satu cara penghibur diri sendiri karena jumlah mahasiswa sedikit. Slogan ini sendiri benar-benar dijalankan dengan ketatnya proses seleksi mahasiswa baru yang mendaftar di Universitas Petra. Di masa ini merupakan masa untuk menetapkan siapa jati diri Universitas Petra sebenarnya. Jadi kadangkala ada universitas yang ada keterbatasan tapi ada kesempatan menerima mahasiswa apalagi kita universitas milik swasta dimana masukan  terbesar dari mahasiswa, lalu diterima mahasiswa baru sebanyak mungkin dan pengelolaan mahasiswa dijalankan secara kurang baik dalm keterbatasan jumlah pengajar, keterbatasan fasilitas baik itu laboratorium dan sebagainya. Tapi jangan lupa, saat ini kita panen tetapi ini akan menjadi bumerang ataupun bom waktu di masa yang akan datang. Jadi menurut saya, kualitas merupakan sesuatu yang mandatory karena kita berbicara mengenai investasi yang akan datang bukan bicara mengenai keunggulan kita pada masa saat ini saja. Setelah menjadi kuat, timbullah pemikiran “One Step Ahead” mulai masuk dalam persaingan, dalam segala hal kualitas dan fasilitas harus ditambah baru saat itu kuantitas mahasiswa baru boleh ditambah” jelas Prof. Rolly.

“Selanjutnya, Universitas Kristen Petra memasuki tahap yang disebut “To be a Caring and Global University”. Dalam tahap ini ada 2 hal yang diperhatikan yaitu Caring dan Global . Caring artinya membawa nilai-nilai kristiani dan Global berarti bicara tentang kredibilitas kita,” pungkas Prof. Rolly. (Cal)

Kategori: ,