Kondisi Terbatas Maria Lulus Predikat Cumlaude
Senin, 19 Desember 2016 | 15:23 WIB
SM 19_12_2016 Kondisi Terbatas Maria Lulus Predikat Cumlaude

Maria Ida Widayanti, wisudawan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata yang berhasil meraih gelar sarjana meski dalam kondisi serba keterbatasan ekonomi.

Kondisi serba terbatas tidak menyurutkan semangat Maria Ida Widayanti untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat tertinggi. Dilahirkan dari keluarga yang tidak terlalu berkecukupan dalam bidang ekonomi, anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Petrus Mujianto dan Cecilia Kartipah ini berhasil meraih predikat cumlaude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,5 dari Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata.

“Ayah saya berprofesi sebagai tukang becak, tukang bangunan dan tukang pijat, serabutan lah. Ibu rumah tangga biasa. Sempat berhenti sekolah setelah lulus SMP karena keterbatasan biaya dan baru melanjutkan ke SMA setahun berikutnya,” kata Maria kepada wartawan di Semarang, kemarin.

Dara kelahiran Grobogan 16 Juni 1990 itu baru melanjutkan ke bangku kuliah setelah tiga tahun lulus dari SMA 1 Grobogan. Dua tahun setelah lulus, ia mengadu nasib ke Kota Semarang dan bekerja sebagai pelayan di Warung Makan Handayani di daerah Wonodri dekat RS Roemani.

Setahun bekerja di tempat itu, atas saran Dosen Unika Soegijapranata Kristina Ananingsih untuk melanjutkan kuliah. Menurut Dekan Fakultas Teknologi Pertanian itu ada beasiswa yang bisa membiayai kuliah Maria sampai semester tujuh dengan syarat nilai rapor minimala tujuh.

“Ayah saya kebetulan kenal dengan bu Kristina, dia yang menyarankan saya untuk melanjutkan ke bangku kuliah,” tambah satu-satunya anak dikeluarganya yang mampu meraih gelar sarjana.

Ia kemudian diterima di Unika Soegijapranata melalui program beasiswa penuh (beasiswa uang kuliah dan gedung).

Meski sudah menerima beasiswa penuh, Maria tetap bekerja di Warung Makan Handayani untuk biaya hidupnya sehari-hari. Selain bekerja di tempat tersebut, Maria juga tinggal di Warung Makan milik Siti Rakidah itu.

Selain kuliah dan bekerja, Maria juga aktif dalam kegiatan kampus diantaranya menjadi Komandan KSR Unika Soegijapranata 2013-2014, Senat Mahasiswa Fakultas Psikologi 2012-2013 dan sempat bekerja di Poliklinik Bunda Teresa di Unika Soegijapranata.

“Bersyukur saya bisa melewati perjuangan hidup. Saya kuliah karena punya keinginan, percaya kepada Tuhan dan Dia akan memberikan jalannya,” tutur perempuan yang sempat cuti kuliah pada semester delapan karena belum ada biaya.

Saat ini Maria sudah mendapat pekerjaan sebagai Asisten Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan Persona di Pangkalpinang Provinsi Bangka Belitung. Ia sudah diwisuda sebagai sarjana pada Wisuda periode III 2016 pada 17 Desember lalu. ( http://berita.suaramerdeka.com )

Kategori: