Keluar Dari Zona Nyaman
Sabtu, 17 Desember 2016 | 7:44 WIB

hana“Selalu bersyukur atas apa yang sudah diterima namun tidak cepat puas. Jalani semuanya dengan sukacita maka semuanya akan terasa ringan. Tuhan ciptakan setiap orang sama, tapi balik lagi ke diri kita masing-masing. Apakah kita mau mengembangkan setiap talenta yang sudah Tuhan berikan atau bermalas-malasan diam tanpa hasil?” begitulah kata penyemangat yang selalu mengisi hari-hari Hana Melinda.

Dara dari pasangan Sahat Ferdinand Sitorus dan Tri Budi Mintayani awalnya memilih Fakultas Teknologi Pertanian Unika Soegijapranata sebagai pelabuhan berikutnya setelah lulus dari masa SMA karena ia diberitahu oleh kakak sepupunya yang telah lebih dulu menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Soegijapranata mengenai adanya Progdi Teknologi Pangan di Unika Soegijapranata. Selain itu, sedari masa SMA, ia telah berkeinginan untuk mempelajari mengenai teknologi pangan. Ia sendiri cukup berbangga menjadi salah satu mahasiswa Teknologi Pangan Unika dikarenakan Progdi Teknologi Pangan ini merupakan salah satu progdi unggulan di Unika dan mampu menyaingi progdi teknologi pangan di universitas lainnya.

Selama berkuliah di Unika, hari-harinya selalu diisi dengan jadwal kuliah yang padat, deadline tugas yang selalu ada setiap minggu, praktikum setiap sore hingga malam, deadline laporan praktikum. Akan tetapi, ia berusaha untuk keluar dari zona nyamannya guna meningkatkan kemampuannya dengan mengikuti berbagai kegiatan misalnya saja Hana tidak pernah absen menjadi asisten praktikum di tiap semesternya, selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Sie Acara Food Festival “Gelar Pangan Noesantara” tahun 2014.

Selama menjadi asisten praktikum, banyak sekali manfaat yang ia peroleh terutama untuk meningkatkan pengetahuannya mengenai alat-alat yang digunakan dalam praktikum. Hal ini dikarenakan selama menjadi praktikan, banyak alat yang tidak boleh dioperasikan. Sedangkan saat menjadi asisten praktikum, ia dapat menggunakan alat tersebut.

Selain itu, Hana juga pernah menjabat sebagai Sie Acara Food Festival “Gelar Pangan Noesantara”. Selama menjadi sie acara, ia banyak belajar mengenai sajian pangan Nusantara terutama yang berada di Kota Semarang. Selain itu, karena acara Food Festival tersebut baru pertama kali diadakan oleh BEM FTP Unika saat itu, maka ia bersama teman-teman panitia lainnya harus keluar masuk dari tiap rumah makan bernuansa Nusantara yang ada di Semarang untuk mengajak agar mau membuka stand dalam acara Food Festival tersebut.

“Selain menjadi asisten praktikum, pengalaman yang sangat berharga yang didapatkan selama berkuliah di Teknologi Pangan Unika adalah saat saya mengikuti Internship Student Exchange di Assumption University, Thailand. Banyak sekali benefit yang didapat dari internship tersebut seperti melatih kefasihan berbahasa inggris baik secara lisan dan menulis (karena disana saya harus menjalankan penelitian dan membuat final report sebagai pertanggungjawaban), memahami kebudayaan baru yang sangat berbeda dari Indonesia, punya pengalaman tinggal di luar negri, melatih berkomunikasi dengan orang lain yang sama sekali tidak dapat berbahasa inggris (karena hanya bisa berbahasa Thailand), dan mendapatkan teman-teman baru dari berbagai macam Negara” tutur Hana.

Jalan yang tidak rata juga dilalui Hana dalam proses pengerjaan skripsinya dimana ia mengambil judul “The Effects of Red Ginger (Zingiber Officinale Var. Rubrum) Addition in Various Concentration on Physicochemical Characteristic”, dikarenakan skripsi yang  kerjakan berbasis penelitian sehingga ia harus melakukan penelitian di laboratorium dari pagi hingga malam bahkan ia  harus rela mengerjakan penelitiannya sampai jam 23.00 dikarenakan sampel yang ia kerjakan harus diuji saat itu juga dan tidak dapat ditunda untuk keesokan harinya, hal tersebut ia lakukan selama 3 bulan. Hingga pada akhirnya, segala perjuangan yang ia lakukan terbayar dengan menjadi wisudawan terbaik Fakultas Teknologi Pertanian dengan IPK 3, 65. (Cal)

Kategori: ,