Hidup Hanya Sekali, Lakukan dengan Sepenuh Hati
Sabtu, 17 Desember 2016 | 7:49 WIB

vienaViena Patrisiane, merupakan salah satu lulusan terbaik Unika Soegijapranata dari Fakultas Ilmu Komputer program studi Sistem Informasi. Putri dari pasangan Willem Basar dan Hartani ini lulus dengan IPK 3,62 dan menyandang predikat dengan pujian. Alumni dari SMA Sint Louis kelahiran Palangka Raya, 7 Maret 1994 ini mengangkat judul skripsi “Simulasi dan Penerapan Penanggulangan Perubahan Iklim dengan Media Game”. Dikarenakan ia melihat bahwa di kota asalnya (Palangka Raya) nyaris setiap tahunnya ada kabut asap disebabkan pembakaran hutan dan/atau kekeringan yang setelah ia cari tahu ternyata merupakan salah satu faktor perubahan iklim. Bukan hanya karena isu perubahan iklim sedang marak, tetapi karena masalah perubahan iklim ini memang berpengaruh besar dan Viena ingin berkontribusi untuk menyampaikan mengenai dampak dari perubahan iklim dengan media yang berkaitan dengan bidang yang ia tekuni yaitu melalui game. Banyak suka duka yang ia alami selama proses pembuatan skripsi tersebut. Contohnya seperti ngelembur untuk membuat game, bahkan sampai laptopnya rusak jadi harus mencari laptop lain yang bisa dipakai untuk melanjutkan game tersebut.

Selain prestasi akademik yang mumpuni, Viena ternyata aktif di organisasi kampus. Ia ingin membuktikan aktif berkegiatan tidak mengganggu proses perkuliahan sehingga dapat seimbang antara softskill dan hardskill. Di masa awal kuliah, Viena pernah menjadi panitia Mathematic Logic Competition, HC Games serta PTMB fakultas. Kemudian berlanjut menjadi bendahara Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer. Yang terakhir, Viena dan rekannya Stephani juga mendapat kesempatan menjadi mahasiswa program pertukaran pelajar ke Providence University di Taiwan.

Ketika ditanya apa saja tips-tips agar bisa menjadi lulusan terbaik seperti dirinya, ia mengatakan bahwa motivasi itu nomor satu. Melanjutkan terus apa yang sudah dikerjakan dan harus diselesaikan, meskipun dalam prosesnya lambat yang penting harus ada kemajuan. Lalu jangan mau kalah dengan diri sendiri, yang dimaksud adalah keinginan diri untuk bersantai atau berkompromi yang tidak membuahkan kemajuan. Pemilik motto hidup “Memento vivere, memento mori” yang artinya ingat untuk hidup, ingat suatu saat akan mati ini memutuskan untuk mencari pekerjaan dan informasi beasiswa kuliah S2 disamping membuat paper untuk konferensi yang akan ia ikuti di Bangkok, Thailand. (Dns)

Kategori: ,