Gelar Pilrek Setahun Lebih Awal – Tiga Calon Rektor Unika Soegijapranata Bersaing
Rabu, 7 Desember 2016 | 13:09 WIB

WWS 05_12_2016 Gelar Pilrek Setahun Lebih Awal

Unika Soegijapranata Semarang menggelar pemilihan rektor (Pilrek) untuk masa periode 2017-2021. Tiga calon bersaing untuk memimpin Unika yaitu Dr Ridwan Sanjaya SE SKom MSIEC, Dr Octavianus Digdo Hartomo SE Akt MSi dan Prof Dr Andreas Lako.

Uniknya, pilrek ini digelar satu tahun lebih awal dari batas waktu peralihan sehingga meskipun Januari 2017 sudah ada nama yang terpilih, namun rektor terpilih baru akan bekerja per 1 September 2017.

“Pemillihan sengaja kita gelar setahun lebih awal, atas berbagai pertimbangan. Salah satunya berdasarkan permintaan Prof Dr Budi Widianarko MSc, yang menjabat rektor Unika saat ini. Beliau berkeinginan agar proses peralihan lebih lancar, selain itu rektor terpilih juga masih cukup waktu untuk belajar sekaligus mulai dikenalkan kepada pihak-pihak di luar, seperti pertemuan-pertemuan forum tingkat nasional maupun internasional,” terang Ketua panitia Pilrek Unika Drs Theodorus Sudimin MS, di sela pemaparan visi misi calon rektor di gedung Thomas Aquinas Kampus Unika Bendan Dhuwur, akhir pekan lalu.

Tidak hanya itu, dalam pilrek kali ini juga diterapkan metode tim panelis yang berkesempatan untuk melakukan tanyajawab dengan calon rektor, dalam sidang senat terbuka. Tim tersebut memberikan penilaian dari tiga aspek, yakni pengelolaan manajemen universitas termasuk pelaksanaan tri darma, kesetiaan Unika dalam memelihara dan menghidupi nilai-nilai kekatolikan dan nilai-nilai Soegijapranata, serta penilaian dari aspek bidang yang menghubungkan perguruan tinggi dengan dunia industri dan usaha.

“Tim panelis ini terdiri atas Prof Dr Y Budi Widianarko MSc, Romo Benedictus Bambang Triatmoko SJ dan Romo Paul Suparno SJ,” tandasnya.

■ Adu Program
Sementara, dalam pemaparan visi misi tersebut ketiga calon rektor saling beradu program dan gagasan mengenai berbagai aspek, termasuk dalam meningkatkan jumlah mahasiswa Unika, kesejahteraan dosen dan pegawai hingga kualitas prodi yang ada.

Kandidat pertama, Prof Dr Andreas Lako menyatakan, Unika Soegijapranata perlu didorong lebih ke depan agar ada perubahan lebih baik lagi.“Core value perlu dikembangkan lebih baik, kesejahteraan dosen mengalami peningkatan terus menerus tapi belum optimal. Jaminan kesehatan dan jaminan tenaga kerja itu menjadi kunci utama,” terangnya.

Sedangkan calon lainnya Dr Octavianus Digdo Hartomo menyatakan, sebagai pemimpin jika nantinya terpilih, dirinya tidak akan menjadi one man show. “Pemimpin itu seperti dirijen dalam okestra atau kapten dalam tim sepakbola, memimpin namun perlu kerjasama antar seluruh anggota dan tim. Kiprah universitas juga tidak hanya penelitian dan pengabdian tapi juga hilirisasi,” tambahnya.

Calon rektor Dr Ridwan Sanjaya melihat Unika Soegijaptanata dalam delapan tahun terakhir ini sudah mengalami banyak perubahan. Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan itu menawarkan tiga program kerja, peningkatan kapasitas program studi, penguatan nilai-nilai organisasi
dan kesejahteraan.

“Peningkatan kapasitas program studi masih banyak yang bisa dilakukan, peningkatan akreditasi, melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan ilmiah, pengelolaan jabatan dosen. Sedangkan penguatan nilai-nilai organisasi dengan melakukan pengembangan institusi, pembukaan program studi baru, pembuatan kantor koordinasi program hibah dan pusat riset teknologi pendidikan,” pungkasnya. [ Wawasan, 5 Desember 2016 hal. 11 ]

Kategori: