Sabet 3 Medali Dari Cabang Renang
Selasa, 22 November 2016 | 16:12 WIB

bengBerenang adalah salah satu olahraga yang sangat membuat bugar tubuh.. Berenang juga dapat membantu mengatasi gangguan saraf pada pinggang juga mengatasi kelainan paru-paru. Hal ini juga yang menjadi alasan pertama mengapa Ignasius Setyo Budi Utomo (21), mahasiswa Ilmu Komunikasi Unika Soegijapranata menjadi jatuh cinta pada dunia renang.

Pria yang lahir di Balikpapan ini berhasil membawa satu medali emas (cabang olahraga renang gaya dada 100meter), satu medali perunggu (cabang olahraga renang gaya ganti 200m) dan satu medali perunggu (cabang olahraga renang gaya dada 50m) pada Liga Mahasiswa (LIMA) yang diadakan pada tanggal 25-26 September di Kolam Renang Universitas Yogyakarta.

Ignasius atau yang biasa disapa oleh teman-temannya Beng, mengaku sangat senang bisa membawa pulang tiga medali dan mewakili Unika pada lomba kali ini.

Beng yang hanya melakukan latihan rutin di GOR Jatidiri selama satu minggu sebelum perlombaan, tetap bisa membawa pulang  tiga medali.

Kalo dari tahun kemarin sama tahun ini sebenernya aku mengalami peningkatan, kalo tahun kemarin aku dapet perunggu aja, sementara tahun ini bisa dapet emas. Menurutku sih, karena pesertanya lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu yang aku tau pesertanya sampe 100 orang, tapi kalo tahun ini cuma sekitar 80 orang.” Kata pria yang juga memiliki hobi naik gunung itu.

Mulai Mencintai Dunia Renang

Pria yang sekarang sudah lima semester berkuliah di Ilmu Komunikasi Unika ini mengaku mencintai semua olahraga, dari mulai basket, futsal, menyelam sampai dengan naik gunung. Beng juga sekarang aktif dalam UKM MAHUPA (Mahasiswa Hukum dan Komunikasi Pecinta Alam) di Fakultas Hukum dan Komunikasi.

Namun, yang paling ia geluti adalah olahraga renang. Walaupun ibunya yang pertama kali mendorongnya untuk ikut lomba renang, tapi sampai sekarang Beng masih sangat mencintai olahraga renang.

“Aku mulai suka renang sejak aku SD. Dulu aku waktu kecil aku punya kelainan paru-paru. Terus aku disuruh renang, renang bisa jadi terapi buat paru-paruku, sekalian buat latihan pernafasan. Waktu kelas 5 SD aku juga masuk club renang. Terus pertama kali lomba renang tingkat kota dan dapet juara 3. Semenjak itu aku suka renang dan termotivasi” tutur Beng.

Beng juga berpesan kepada semua orang, bahwa kita tidak boleh minder dengan kekurangan yang kita miliki, justru karena kekurangan itulah, kita bisa menjadi memiliki motivasi untuk merubah kekurangan kita menjadi kelebihan. (Sit.Nar)

Kategori: ,