Konsep Arsitektur Indonesia Tidak Jelas
Rabu, 2 November 2016 | 10:40 WIB

JTP 02_11_2016 Konsep Arsitektur Indonesia Tidak Jelas

SEMARANG – Pembangunan konsep arsitektur Indonesia selama ini tidak jelas arahnya. Konsepnya hanya meniru dan berpatokan pada arsitektur moderen atau mengadopsi budaya dari luar negeri. Ini menunjukan karya arsitektur Indonesia kurang kreatif.

"Mestinya kita malu, padahal arsitektur nusantara kita di berbagai kepulauan dan adat budaya di Indonesia konsep bangunannya lebih bagus, misalnua terbuat dari kayo," kata anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IDI) Yori Antar.

Sudah saat arsitek sadar dan berubah pikiran. "Ini tugas akademisi untuk bisa mengangkat potensi arsitektur di dalam negri dengan menirukan bangunan tradisional agar bisa dipertahankan dan tidak punah," tegas Yori Antar saat berbicara perkembangan arsitektur Indonesia di gedung Thomas Aquinas Unika,  kemarin.

Yori Antar belum lama ini diundang menjadi penggagas mahasiswa Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD)  Unika yang pernah melakukan penelitian Suku Asmat Suroba Papua.

Dia mengapresiasi masih ada mahasiswa yang peduli mengangkat potensi di daerah terpencil. "Kami bangga dengan Anda. Saya bersama tim pendiri rumah asuh juga pernah membangun bangunan tradisional di sana berbagai suku pedalaman. Saya prihatin, banyak bangunan tradisional yang mulai langka, maka ini tugas kita untuk melestarikan sesuai amanah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI," jelasnya.

Guru Besar ITS, Prof Yosef Prijotomo yang juga menjadi penggagas penelitian mahasiswa FAD Unika juga mendukung. "Masyarakat Indonesia jangan malu dan merasa kuno menggagas arsitektur nusantara karena ini sejarah kita. Harus peduli dengan bangunan arsitektur nusantara mendukung Kemenpar RI," tegasnya. ( JATENG POS Rabu, 2 November 2016, hal. 4)

Kategori: