Aibar: Kuliah Sekaligus Belajar Budaya
Selasa, 29 November 2016 | 12:23 WIB

aibarAibar, begitu sapaan akrab dari laki-laki yang bernama lengkap Aibar A. Meza. Dia adalah salah satu dari enam Darmasiswa, yaitu sebutan bagi mahasiswa yang berasal dari luar negeri yang melakukan studi di Universitas Katolik Soegijapranata. Pria kelahiran Venezuela 16 Oktober 1987 ini datang ke Indonesia untuk mempelajari secara spesifik mengenai kuliner di Fakultas Teknologi Pertanian. Namun, selain itu, Aibar juga banyak belajar mengenai kebudayaan di Indonesia. Walau ini adalah pertama kalinya Aibar datang ke Indonesia, ia merasa tidak kesulitan dalam beradaptasi, karena sudah beberapa kali ia mengunjungi beberapa daerah di belahan dunia untuk belajar. Rupanya, dari perusahaan dimana ia bekerja di Venezuela, terdapat beasiswa bagi pegawainya untuk bisa belajar di banyak negara dunia, yang salah satunya adalah Indonesia.

Menurut Aibar, kesan pertama untuk Indonesia adalah negara yang penduduknya ramah, dan indah. Semuanya berbeda, mulai dari tarian, bahasa, kultur, makanan, baju, bahkan cuaca. Hal lain yang berbeda adalah mengenai agama, dimana di Venezuela mayoritas agama ialah Kristiani sedangkan di Indonesia  mayoritas adalah Islam. Ada hal menarik yang membuat perbedaan yang cukup signifikan antara Indonesia dengan Venezuela, yaitu mengenai cara pandang akan rokok dan minuman keras. Ternyata di Venezuela merokok dianggap sebagai suatu kebiasaan yang kurang baik, maka kebiasaan merokok di Venezuela sangat jarang ditemukan. Aibar sendiri selama 29 tahun di hidupnya menyatakan bahwa ia belum pernah menyentuh rokok.

Bagi Aibar belajar di Indonesia merupakan suatu kebahagiaan tersendiri, selain karena banyaknya kenalannya yang ada di Indonesia juga karena pelajaran yang ia dapatkan disini. Walaupun proses belajarnya sedikit terganggu karena adanya sedikit kendala pada bahasa namun dalam rangka membalas budi baik untuk ilmu yang ia dapatkan dari Unika Soegijapranata, ia memberikan ajaran bahasa Spanyol secara gratis kepada para mahasiswa lokal.

Aibar menyayangkan bahwa waktu yang diberikan baginya sebagai Darmasiswa di Indonesia cukup singkat yaitu satu tahun, padahal sebenarnya ia masih ingin mempelajari banyak hal praktis mengenai bidang yang ia pilih. Apalagi di bulan Desember 2016 sampai Februari 2017  Aibar perlu  mengikuti praktek kerja secara intensif di salah satu hotel ternama di Semarang, yaitu Hotel Crowne. Ia senang bahwa Unika Spegijapranata ada kerjasama dengan hotel itu, dan ia telah dinyatakan lolos dari berbagai  tes untuk dapat magang di hotel itu sebagai chef atau koki. Namun ia juga merasa waktunya untuk berpariwisata di musim liburan menjadi berkurang.  Oleh karena itu, ia berharap kegiatan di Crowne Hotel akan membuahkan hasil yang berguna baginya kelak untuk mengembangkan profesi dia sebagai koki yang handal.  (Ast)

Kategori: ,