UNIKA Soegijapranata Gandeng Unpatti Gelar Catur Simultan
Senin, 17 Oktober 2016 | 12:07 WIB
Trihoni Nalesti Dewi Unika Soegijapranata

Trihoni Nalesti Dewi

Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, bekerja sama dengan Universitas Pattimura Ambon menggelar Pertandingan Catur Simultan, antara Master Nasional Catur Praja asal Semarang dengan 25 pecatur asal Kota Ambon berlangsung di halamanĀ  Kantor Kelurahan Nusaniwe Air Salobar Ambon, Minggu (16/10/2016).

Koordinator pelaksana Trihoni Nalesti Dewi kepada wartawan mengungkapkan, awalnya di tahun 2010 bersama rekan-rekan membuat sebuah modus, yang diperuntukan kepada mahasiswa kususnya di Universitas Pattimura yakni Aliansi Strategi Pendidikan, Perdamaian Berbasis Kearifan Lokal, agar bagaimana mereka dapat meningkatkan spiritualitas hidup yang rukun dan nyata diantara sesama mahasiswa dalamĀ  berbagai komunitas.

Namun berbagai kegiatan yang dilakukan di Unpatti tidak cukup menyentuh berbagai masyarakat, sehingga dilihat ada beberapa ruang publik yang dapat dimanfaatkan sebagai perekat antara satu dengan lainya, dalam berbagai komunitas dan salah satunya adalah permainan Catur Simultan ini.

Lokasinya sangat strategis yaitu di Kantor Lurah Nusaniwe Kecamatan Nusaniwe, karena tempatnya berada diantara dua komunitas yang saling berdekatan.

trbambon-17_10_2016-unika-soegijapranata-gandeng-unpatti-grelar-catur-simultan2Pertandingan Catur Simultan ini kami hadirkan Praja salah satu Master Nasional Catur dari Semarang, yang bertanding dengan 25 Pecatur di Kota Ambon dari dua komunitas dan disambut sangat positif bahkan ada yang tidak mendapat kebagian untuk bertanding, namun disisi lain terjalin kerukunan yang akrab dalam penuh kedamaian.

“Kegiatan seperti ini tidak berhenti disini namun akan dilanjutkan dengan kegiatan serupa ataupun yang lainya, ditempat lain di Kota Ambon dan sekitarnya dengan tujuan yang sama sebagai alat perekat dan pemersatu,”kata Dewi.

Sementara itu Oktavianus, salah satu anggota tim yang juga pakar ekonomi mengemukakan, jika dilihat dari sisi ekonomi maka terjadi titik temu yang berlangsung secara ekonomi, akan menjamin seluruh prosesnya sehingga ruang ini dapat dijadikan pertemuan para pecatur ini, yang berasal dari berbagai komunitas bisa dikembangkan dan akan muncul unsur ekonomisnya.

( http://www.tribun-maluku.com )

Kategori: