Teliti Gethuk – KARLIJN HORREVORTS MAHASISWI HAS UNIVERSITY BELANDA
Selasa, 18 Oktober 2016 | 10:39 WIB

TRB 18_10_2016 Teliti GetukKARLIJN Horrevorts, mahasiswi Teknologi Pangan di HAS University yang terletak di Hertogenbosch, Belanda, ini mantap akan melakukan penelitian mengenai gethuk di Indonesia. Untuk menyelesaikan misinya tersebut, kini is sedang melakukan studi banding ke Fakuktas Teknologi Pangan Unika Soegijapranata.

"Gethuk adalah kudapan yang lezat hanya saja jenis makanan ini memiliki umur simpan sangat pendek sekitar satu sampai dengan tiga hari. Untuk memperpanjang umur simpan, gethuk dapat diberi bahan pengawet buatan. Hanya saja, ada kemungkinan banyak orang yang kurang suka terhadap rasa yang ditimbulkan," kata Karlijn kepada Tribun Jateng di kampus Unika Soegijapranata, Senin (17/10).

Penelitiannya adalah ingin mencari bagaimana membuat umur simpan gethuk tanpa bahan pengawet. la merasa tertantang untuk nantinya dapat menghasilkan produk gethuk yang baru dengan umur simpan yang lebih lama sekitar dua hingga tiga minggu. "Mungkin dapat dipadukan dengan cengkeh dan jahe sehingga menimbulkan rasa dan aroma yang baru sekaligus juga sebagai pengawet alami," tuturnya.

la memilih makanan khas Indonesia karena menurutnya Amerika Serikat dan Australia memiliki makanan hampir mirip dengan di Belanda. Selain itu is juga mendengarkan dari cerita orang lain bahwa Benua Asia memiliki beberapa hal yang berbeda dalam hal budaya, penduduk yang ramah, banyak spot pemandangan yang cantik. Gadis 19 tahun tersebut kemudian memilih Unika Soegijapranata sebagai tempat studi banding karena mengikuti saran dan testimoni dari pacarnya yang pernah menjadi peserta kegiatan Darmasiswa Unika, setahun silam.

Dalam studi banding ke FTP Unika Soegijapranata, Karlijn melihat langsung penyajian gethuk, pembuatan, hingga merasakan masakan olahan ketela tersebut. (Tribun Jateng 18 Oktober 2016, hal. 9, 17)

Kategori: