Pendidikan itu Penting
Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:15 WIB

untitledIngin memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa agar dunia lebih baik, itulah pernyataan yang diungkapkan oleh BumJin Park anggota Darmasiswa Unika Soegijapranata yang berasal dari Seoul, Korea Selatan.

BumJin mengungkapkan bahwa alasan dia untuk bergabung dengan Darmasiswa adalah terutama untuk belajar tentang dunia pariwisata dan kuliner Indonesia yang ditawarkan oleh Unika Soegijapranata selama tahun ajaran 2016/2017 ini. Dengan ajakan kepala international office (IO) agar Darmasiswa tidak hanya menerima ilmu tapi juga berbagi ilmu untuk civitas akademika di Unika Soegijapranata, maka ia memilih untuk memberikan keahliannya  dalam bidang bisnis.

BumJin adalah lulusan dari Sekolah Pascasarjana untuk bidang Life & Environmental Science dari Universitas Korea. Sebagai keahliannya, ia telah mengambil spesialisasi dalam Carbon Emission Trading Industries pada bidang Ekonomi Terapan.  Ia pernah berkarya sebagai pengelola keuangan bisnis di Korea International School dan pernah juga sebagai spesialis administrasi pada U.S. Army Garrison-Daegu di Korea. Inilah beberapa alasan mengapa ia memilih untuk menyelenggarakan workshop tentang Real Business Experience (RBE)  bagi para mahasiswa, dosen, dan karyawan Unika Soegijapranata di ruang Nottingham, di Gedung Henricus Constant setiap Senin dan Kamis pada pukul 5 sore.

Anggota yang bergabung dalam workshop tersebut sudah mencapai  32 orang  yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang memang sengaja dikhususkan untuk Unika. Materi yang ia berikan berdasarkan kegiatan bisnis yang pernah dijalaninya pada saat dia di Seoul yaitu membuat bisnis dalam bidang percetakan, tetapi selama ia ada di Indonesia dengan terpaksa ia harus menutup untuk sementara bisnisnya tersebut.

Pria yang S2 dari Ekonomi Terapan dan S1 dari jurusan Manajemen Bisnis ini berencana menggunakan workshop RBE untuk membuka bisnis dalam bidang charity yaitu memberikan bantuan dana sosial atau donasi pendidikan bagi yayasan, dengan cara berkerjasama dengan perusahaan yang mempunyai produk, lalu produk itu dijual lagi untuk mendapatkan profit/keuntungan. Profit tersebut akan dikumpulkan oleh anggotanya agar dapat disumbangkan seluruhnya ke suatu yayasan di sekitar Semarang.

Menurut BumJin sistem pendidikan di Indonesia belum adil, karena masih banyak anak usia sekolah yang tidak dapat menempuh pendidikan, karena latar belakang perekonomian keluarga yang lemah. Dengan masih adanya anak-anak kecil yang berada di jalananan yang meminta-minta, BumJin melihatnya sebagai sebuah permasalahan yang harus ditangani dalam workshop RBE-nya. BumJin berharap pada saat menjalani workshop RBE tersebut, semua anggotanya dapat menghasilkan sesuatu yang positif agar anak-anak jalanan seperti itu dapat memperoleh pendidikan yang sama dengan mereka yang mampu untuk mengenyam pendidikan. BumJin juga berharap agar program yang dibuatnya tersebut dapat membantu mahasiswa untuk bekerja sama dengan para dosennya untuk lebih peduli dengan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu. ‘’Kita tidak sekedar memberikan uang kepada mereka, tetapi bisa memberikan mereka pengetahuan dan buku” kata BumJin. Bagi yang tertarik untuk mengenal BumJin dan usaha anggota RBE-nya dengan lebih jauh, dapat mampir ke meja eksibisinya di Selasar Thomas Aquinas sebelum atau sesudah ibu kepala International Office, Dr. Ekawati menyelenggarakan acara launching RBE pada tanggal 20 Oktober 2016, sekitar jam makan siang di ruang Teater, Thomas Aquinas, Unika Soegijapranata. (adr)

Kategori: